RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN-Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Kamis sore (5/1) menyebabkan ratusan pohon di wilayah Kecamatan Mlati dan Kecamatan Seyegan tumbang. Peristiwa ini juga mengakibatkan sejumlah rumah rusak parah karena tertimpa pohon. “Di Margomulyo Seyegan, rumah milik Sukardi tertimpa pohon durian berdiameter 80 cm,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto di sela mendapingi Bupati Sleman Sri Purnomo, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, dan Sekretaris Daerah Sumadi meninjau lokasi terdampak terparah kemarin (6/1).

Menurutnya, intensitas hujan Kamis sore (5/1) sangat lebat. Bahkan hujan ini disertai angin kencang yang sifatnya destruktif. Itu terlihat kemampuan merusaknya dapat menumbangkan beragam pohon jenis kayu keras. Lokasi terparah berada di Sumberadi Mlati dan MargomulyoKecamatan Seyegan. “Di Sumberadi 40 pohon yang tumbang. Di Margomulyo 70 pohon tumbang,” jelasnya saat memantau di Somorai, Margoagung, Seyegan.

Tentang kerugian, Joko belum bisa memastikan. Ini karena masih dalam kalkulasi unit operasional penanganan bencana di masing-masing kecamatan. Hanya saja berdasarkan data sementara tidak sampai angka milliaran.”Tim saat ini diterjunkan untuk membantu warga terdampak. Terutama rumah-rumah yang tertimpa pohon,” ujarnya.

Sri Purnomo menuturkan akan ada bantuan untuk rumah dengan kerusakan berat. Nominal bantuan untuk kerusakan berat mencapai Rp.30 juta. Jumlah ini menyesuaikan untuk kerusakan sedang dan kecil dengan nominal yang lebih rendah.Sri Purnomo juga menghimbau warga menggiatkan gotong royong. Tujuannya untuk memangkas dahan-dahan pohon yang rimbun. Jika dibiarkan, menurutnya akan menjadi beban bagi pohon.”Itu yang cukup bahaya, bertambah beban sehingga tumbang. Lebih baik mencegah dan mengantisipasi sebelum terjadi bencana seperti ini,” katanya.

Camat Seyegan Budi Sutamba Saputra mengungkapkan ada 200 titik terdampak di kecamatannya. Dari keseluruhan, terdampak terparah berada di Desa Margomulyo dan Desa Margoagung. Upaya evakuasi dan penanganan terbantu dengan banyaknya relawan yang datang. Terhitung ada lebih dari 150 relawan yang berasal dari 15 komunitas. Seluruhnya disebar agar penanganan bencana berjalan dengan optimal.”Sudah mendekati 50 persen untuk penanganan, termasuk memotong pohon besar. Hampir 80 persen terdampak adalah rumah tertimpa pohon,” ujar kepala Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kecamatan Seyegan ini. (dwi/din/ong)