RADARJOGJA.CO.ID-Nama Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Kabupaten Magelang KH M Yusuf Chudlori disebut-sebut dalam penangkapan HF oleh Polres Magelang. Dalam pemeriksaan polisi, terduga pelaku teror tersebut dikabarkan kecewa dengan pria yang akrab disapa Gus Yusuf. Salah satunya karena dicap PKI.

“Saya tidak pernah menuduh PKI. Nek tenan PKI pun, tetep tak kancani,” kata Gus Yusuf sambil tersenyum.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah itu mengaku teman satu angkatan saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dengan HF. Bahkan hingga saat ini dirinya masih menjalin silaturahim dengan HF, karena merupakan teman ngaji. Keluarga besar HF juga sering berkunjung ke pondok untuk menjalin ukhuwah.

“Dia konco SD yo konco ngaji. Seminggu sebelum kejadian, saya juga sempat bertemu dan membicarakan sesuatu dengan dia. Saya akan menenggok di tahanan,” tuturnya.

Pelaku Teror Bom Sakit Hati, Dicap PK

Dijelaskan ulama yang hobi sepak bola tersebut soal pribadinya.

“Kepada lawan politik saja saya memilih untuk tidak mengumpat. Apalagi ini dengan tetangga sendiri. Saya tidak pernah (menuduh PKI). Bukan karakter saya,” ujarnya.

Ditanya soal informasi bahwa pelaku meneror wilayah Tegalrejo yang notabene kawasan pondok pesantren karena persoalan politik, kembali dengan tersenyum Gus Yusuf menanggapinya.Dijelaskan bahwa HF memang pernah hendak maju menjadi caleg PKB untuk daerah pemilihan Tegalrejo dan sekitarnya, pada 2004 silam. Setelah sekian lama berlangsung, dirasa tidak ada persoalan yang berarti.

“Kekecewaan secara politik bisa saja. Dia mau nyalon tahun 2004. Itu sudah 12 tahun. Setelah itu masuk PDIP. Masuk tahun 2009. Saat itu (2004) dia minta nomor 1 untuk dapil sini. Tapi sudah ada Pak Nur Salim.Itu mekanisme partai. Tapi setelah itu silaturahmi kita baik kok,” jelasnya.