Kesehatan Mulai Pulih, Bayi Mungil Ini Belum Diperbolehkan Pulang

Setelah selama dua pekan tergolek lemas di tempat tidur ruang ICU RSUP dr Sardjito, kondisi kesehatan Muhammad Tsaqif Dirga Krisnawan mulai membaik. Bayi empat bulan itu harus berjuang hidup melawan pendarahan otak akibat kecelakaan maut yang merenggut kedua orang tuanya 22 Desember 2016 lalu.

BAHANA, Sleman

Bayi mungil itu itu kini tak lagi menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU). Seiring pulihnya kondisi kesehatan. Tsaqif mulai sadarkan diri. Atas kuasa Tuhan, kondisi bayi yatim piatu itu benar-benar mengalami perkembangan. Meskipun Tsaqif tak lagi bisa merasakan kehangatan pelukan ibunya, Sri kanthi Prihatin, 34, dan ayahnya, Sutrisno, 34. Keduanya meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil yang dikendarai Herman,45.

Kini, kedua mata Tsaqif sudah kembali terbuka. Meski tatapannya tampak kosong. Sesekali, bayi yang seharusnya masih mengonsumsi ASI itu juga mampu menggerakkan tubuhnya. Tsafiq juga mulai bernafas sendiri tanpa bantuan ventilator.

Cairan obat yang dimasukkan ke tubuh Tsaqif melalui infus juga sudah dikurangi. Kendati demikian, dokter masih terus berupaya mengatasi penggumpalan darah dengan bantuan obat dan dengan terapi rutin.

“Meski kesadarannya sudah pulih, kondisinya belum sepenuhnya stabil. Tapi respons rangsang tubuhnya sudah cukup baik. Matanya cukup sering terbuka,” tutur Katun Basuki, paman Tsaqif kemarin (6/1).

Kondisi Tsaqif, lanjut Katun, masih dalam pemantauan tim dokter RSUP dr Sardjito. Karena itu, Tsaqif belum diperkenankan pulang.