RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kawasan pedestrian sisi timur Malioboro menjadi magnet baru wisatawan. Lepas kelebihan dan kekurangan terkait kenyamanan bagi pengguna jalan. Hal itu juga menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hafidh Asrom.

Pengusaha mebel asal Depok, Sleman itu mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah setempat dan wisatawan luar daerah turut menjaga ikon wisata Kota Jogja itu.

“Usai penataan yang menggunakan dana keistimewaan Malioboro menjadi perhatian nasional, bahkan internasional. Banyak yang ingin tahu perubahan di Malioboro,” ujar Hafidh saat kunjungan kerja ke Pemkot Jogja kemarin (6/1).

Menurutnya, perubahan konsep Malioboro telah menjadi viral di media sosial. Itu sekaligus menjadi sarana promosi bagi wisatawan, baik yang pernah datang atau sedang berada di DIJ.

Sayangnya, bersamaan dengan viral tersebut, informasi kurang sedap juga ramai di medsos. Yakni, perilaku wisatawan maupun anggota komunitas di Malioboro yang kurang mendukung kenyamanan kawasan.

“Setelah penataan, menjadi kewajiban Pemkot Jogja menjaga kebersihan dan membuat tata tertib pedagang kaki lima (PKL) yang perilakunya perlu diubah,” ingat Hafidh yang juga ketua pembina Paguyuban Kawasan Malioboro (PKM) itu.

Diakui, pengelolaan Malioboro tidak bisa ditangani sendiri oleh pemkot.