RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kegemaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) dan Heroe Poerwadi (HP) terhadap makanan tahu, membuat mereka berkeinginan mengembangkan sentra industri tahu di Kota Jogja. HS-HP berharap sentra industri tahu juga bisa seperti halnya sentra industri bakpia. “Pembeli juga bisa melihat proses pembuatan tahu,” ujar HS saat berkampanye di industri tahu Mancasan, Wirobrajan, Jogja, kemarin (6/1).

Menurut HS, seperti halnya pembeli bakpia, sensasi pembeli dengan melihat langsung proses pembuatan akan membawa pengalaman yang berbeda. Dengan bisa melihat langsung proses pembuatannya, juga medorong industri tahu berbenah dengan menyediakan lokasi pembuatan yang lebih baik. “Jual tahu yang fresh from the oven tentu juga harganya berbeda dari tahu di toko,” ungkapnya.

Meskipun begitu, paslon nomor urut dua ini mensyaratkan paling tidak mengedepankan empat aspek, yaitu kebersihan lingkungan pembuatan, keamanan bahan baku yang digunakan, kesehatan serta jaminan produk halal. “Jika usaha kuliner di Jogja mau maju, harus mengedepankan empat aspek itu,” ujarnya.

HP menambahkan empat aspek itu untuk memberikan jaminan ke masyarakat bahwa makanan yang dikonsumsi aman. Pemkot Jogja sendiri nantinya sebagai fasilitator juga akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk proses sertifikasi halal. “Nanti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerjasama dengan MUI untuk proses sertifikasi halal,” tuturnya.

Untuk mendorong pengembangan industri tahu di Kota Jogja, HP juga berharap ada pengembangan varian jenis tahu yang diproduksi. Terkait hal itu, kembali nantinya Pemkot Jogja melalui Dinas terkait bisa melakukan pembinaan. “Makin banyak jenis tahu yang diproduksi, pilihan masyarakat membeli juga banyak,” ungkapnya. (pra/laz/ong)