RADARJOGJA.CO.ID-Kapolres Magelang AKBP Hindarsono membenarkan adanya pemeriksaan Mabes Polri guna pengungkapan kasus buku Jokowi Undercover di Magelang. Polres mengaku hanya memfasilitasi pemeriksaan saja. Kasus ini langsung ditangani Bareskrim Mabes Polri.

“Kami membantu mengumpulkan barang bukti, apa yang ditemukan di lapangan, yang kami dengar, dengan siapa, dan apa yang dibicarakan,” katanya.

Kasus Jokowi Undercover, Penyidik Mabes Polri ke Magelang

Empat orang di Magelang dimintai keterangan Mabes Polri guna pengungkapan kasus buku Jokowi Undercover. Yakni Agus M Sidik, Arif Tohir, Ridwan B dan Muslih. Mereka adalah warga sekitar Kecamatan Muntilan. Pemeriksaan dilakukan penyidik dari Dirpidum Bareskrim Mabes Polri di Mapolres Magelang, Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid.

Dijelaskan, pemeriksaan sesuai surat Bareskrim nomor 5.Pgl/16/I/2017/Dit.Tipindum yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Drs Agus Andriyanto SH. Pemeriksaan di Magelang dipimpin AKBP Suprana.

Keterangan mereka diperlukan karena berkaitan dengan perkara menyebarluaskan informasi untuk menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan atas suku, agama, dan ras baik melalui lesan maupun tulisan. Pemeriksaan ini sesuai Pasal 45a jucto Pasal 28 Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 16 jucto Pasal 4 Huruf b Angka 1 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau Pasal 207 KUHP.

Seperti diketahui, penulis buku Jokowi Undercover, yakni Bambang Tri Mulyono dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Michael Bimo Putranto melalui kuasa hukumnya pada 24 Desember 2016 dengan nomor: LP/1272/XII/2016/Bareskrim. Pria asal Blora tersebut dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan atau fitnah. Bambang Tri sendiri sudah resmi ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri, Sabtu (31/12/2016). Selain Bimo Putranto, ada Hendropriyono yang melaporkan kasus serupa. (ady/dem)