RADARJOGJAA.CO.ID – BANTUL – Baru sepekan digulirkan, kebijakan mutasi Bupati Bantul Suharsono menuai penolakan. Jumat (6/1) belasan tokoh masyarakat kecamatan Pajangan menggeruduk kantor DPRD Bantul. Mereka mendesak bupati segera mengganti Camat Pajangan terlantik Yulius Suharta.

Mufassir, perwakilan warga Pajangan mengungkapkan, masyarakat Pajangan langsung bergejolak begitu mendengar camat Pajangan diganti dengan wajah baru. Sebab, sosok camat baru ini dianggap tidak cocok dengan karakteristik masyarakat Pajangan.

“Baru saja kondusif lha kok ini malah ditempatkan camat baru di sini,” keluh Mufassir saat audiensi dengan Komisi A dan pimpinan fraksi di DPRD Bantul kemarin.

Mufassir mengkritik bupati Bantul dalam mutasi camat Pajangan keliru. Yakni, tidak mempertimbangkan berbagai aspek di tengah masyarakat. Termasuk di antaranya sosiologi masyarakat Pajangan. Juga, tidak mempertimbangkan sejarah.

Mengingat, masyarakat Pajangan beberapa tahun lalu pernah menolak keras penempatan camat baru. Sebab, sosok camat baru ini dianggap tidak mewakili karakteristik masyarakat setempat.”Dulu (camat baru) hanya 10 hari kemudian diganti,” kenangnya.

Sementara itu, anggota Komisi A Heru Sudibyo menyatakan, Komisi A tidak pernah diajak berkoordinasi terkait mutasi. Dengan adanya penolakan ini, politikus Partai Golkar ini pun mendorong bupati segera melakukan pergantian. “Perlu ada evaluasi),” katanya. (zam/mar)