Kulonuwun dan Pamitan ke Suporter DIJ

Ribuan Bonekmania-sebutan untuk supporter Persebaya Surabaya memastikan diri akan ke Bandung mengawal Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu (8/1). Di antara mereka termasuk Bonek Jogja.

RIZAL SETYO NUGROHO, Sleman

Tulus Budi, 44, berusaha mengingat, terakhir kali tim kesayangannya Persebaya Surabaya main adalah tiga tahun lalu. Ketika itu Persebaya yang berada di Indonesia Primer League (IPL) melawan Batavia Union 7 Juli 2013 di Lapangan AAU, Berbah, Sleman. Setelah itu, Bajul Ijo nyaris tak pernah merumput lagi.”Ini ikhtiar kami teman-teman Bonekmania yang rindu tidak pernah menonton lagi menonton Persebaya. Kami ingin hak-hak Persebaya dikembalikan dan bisa kembali berkompetisi,” ujarnya saat bertandang ke kantor Radar Jogja kemarin (6/1).

Kedatanganya untuk memberitahukan bahwa Bonek Jogja akan berpamitan menuju Bandung mengawal Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu (8/1). Ia akan berangkat menggunakan bus bersama 51 Bonek Jogja lainnya. Rombongan bertolak dari salah satu rumah anggota Bonek di Jalan Kaliurang Km 7 sekitar pukul 19.27. Dipaskan jamnya sesuai kelahiran Persebaya. Isone arek-arek wae ke ngepaske,” imbuhnya.

Sebelum berangkat ke Bandung mengawal pemulihan status Persebaya, Bonek Jogja juga mendatangi kelompok suporter yang ada di Jogjakarta. Mulai dari Slemania, Brigata Curva Sud, Brajamusti, The Maident, Paserbumi, dan Curva Nord Famiglia. “Istilahnya kami kulonuwun, dan meminimalkan salah paham. Mungkin ada yang belum kenal. Karena bagaimanapun kami kebanyakan warga DIJ juga,” tuturnya.

Tulus yang asli kelahiran Surabaya, mulai tinggal di Jogjakarta sejak 2001. Saat itu ia termasuk bagian dari even organizer manajemen Sheila on 7. Setelah tidak lagi bekerja di EO, saat ini ia menekuni usaha konveksi di daerah Maguwoharjo. Ia mengungkapkan, sejak 2002 sudah mulai ada kepengurusan Bonek Korwil Jogjakarta.