RADARJOGJA.CO.ID – Muhammad Tsaqif Dirga Krisnawan, bayi korban kecelakaan maut di Jalan Magelang, Kamis (22/12) lalu mendapatkan keajaiban Tuhan. Setelah sempat lebih dari dua pekan koma, kondisi bayi yatim piatu itu berangsur-angsur membaik.

Tsaqif yang mengalami pendarahan otak, tak lagi menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU). Putra pasangan Sri kanthi Prihatin, 34, dan ayahnya, Sutrisno, 34 yang meninggal dunia saat laka terjadi sudah bisa membuka mata. Meski tatapannya tampak kosong.

Bahkan, Tsaqif juga mampu menggerakkan tubuhnya. Pernapasannya juga sudah tanpa bantuan ventilator. “Meski kesadarannya sudah pulih, kondisinya belum sepenuhnya stabil. Tapi respons rangsang tubuhnya sudah cukup baik. Matanya cukup sering terbuka,” tutur Katun Basuki, paman Tsaqif .

Kondisi Tsaqif, lanjut Katun, masih dalam pemantauan tim dokter RSUP dr Sardjito. Karena itu, Tsaqif belum diperkenankan pulang. Tapi, dirinya tak henti-hentinya bersyukur atas pertolongan Tuhan kepada keponakannya tersebut.

Apalagi, kala itu, dokter RSUP dr Sardjito hanya tinggal berharap adanya keajaiban dari Allah SWT. Mereka telah berupaya maksimal untuk kesembuhan anak kedua tersebut.

Tak henti-hentinya Katun meminta doa kepada masyarakat demi kesembuhan keponakannya itu. Agar Tsaqif diberi kekuatan. Agar kesehatannya kembali pilih seperti sedia kala. Dan diangkat segala penyakitnya.

Beruntung, keluarga penabrak, Herman, 48, telah menunjukkan sikap simpati. Mereka, kata Katun, telah menemuinya sebagai bentuk tanggung jawab, sekaligus mediasi atas perkara kecelakaan lalu lintas di Jalan Magelang.

“Untuk hubungan dengan keluarga pengemudi, alhamdulillah sudah dimediasi. Mereka mau bertanggung jawab,” katanya.

Setelah kecelakaan itu, Tsaqif bersama sang kakak tak lagi bisa merasakan kehangatan pelukan ibu Sri kanthi Prihatin, 34, dan ayahnya, Sutrisno, 34. Keduanya meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terseret jauh. (bhn/eri)