RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Ribuan rumah di wilayah Mlati dan Seyegan sempat terputus aliran listrik saat terjadi angin kencang dan hujan deras, Kamis (5/1) petang. Itu akibat 10 tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) roboh karena kabel sub jaringan utama tertimpa pohon tumbang.

Hingga kemarin (6/1) belum semua jaringan listrik selesai diperbaiki.

Supervisor Teknik PLN Rayon Sleman Adli Fauzi mengaku tak bisa memastikan estimasi waktu perbaikan jaringan listrik yang rusak. Ini karena menunggu suku cadang dari luar Jogjakarta.

“Kerusakan jaringan tergolong menengah ke atas atau berat. Setiap tiang yang roboh menyuplai dua hingga tujuh trafo. Setiap trafo menyuplai listrik ke 80 hingga 100 rumah. Prediksi kami ada sekitar 1.500 rumah yang terputus listriknya,” ungkapnya kemarin.

Akibatnya, PLN Rayon Sleman menderita kerugian. Estimasi kerugian per hari, menurut Adli, antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Perhitungannya berdasarkan biaya perbaikan hingga jaringan listrik yang tidak terpakai.

Untuk perbaikan jaringan listrik, PLN menerjunkan sedikitnya 50 personel dari tim pelayanan teknik, rekanan, dan tim inspeksi. “Perbaikan hingga siang ini (kemarin) sudah mencapai 60 persen. Pohon tumbang dampak terbesar. Seperti tahun lalu, pohon tumbang sebagai penyebab tiang roboh mencapai 60-70 persen,” katanya.