RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Warga Gunungan Demangan, Desa Pleret, Kecamatan Pleret kembali dikejutkan dengan penemuan benda purbakala. Sepasang suami istri Tumiyem, 55, dan Ngajiyono, 61, secara tak sengaja menemukan dua batu jenis andesit di area persawahan, Senin (2/1).

Seperti temuan lainnya, dua batu bertakik ini ditemukan setengah meter di bawah permukaan tanah.

“Cangkul mengenai benda menyerupai batu,” tutur Tumiyem, Rabu (4/1).

Saat itu, Tumiyem sedang menggali tanah untuk bahan baku batu bata. Lantaran cangkulnya menghujam benda keras,Tumiyem lantas menggali lebih dalam di sekitar benda itu. Dia penasaran dengan benda keras yang mengenai ujung cangkulnya.

“Akhirnya tampak batu berukuran lebar 39 sentimeter dengan panjang 47 sentimeter. Tingginya 26 sentimeter,” urainya.

Merasa masih penasaran, Ngajiyono lantas meneruskan menggali tanah bekas lubang yang digali Tumiyem beberapa sentimeter lebih dalam.

Hasilnya, Ngajiyono juga menemukan batu serupa. Ukurannya lebih besar. Panjangnya mencapai 80 sentimeter. Dengan ketebalannya 23 sentimeter. “Sudah kami laporkan kepada pihak berwajib,” ucapnya.

Koordinator Musuem Sejarah Purbakala Pleret Susanto mengatakan, dari teksturnya, usia batu yang ditemukan suami-istri petani itu mirip dengan batu-batuan penyusun candi di wilayah Piyungan. Karena itu, dia berjanji bakal meneliti lebih lanjut dua batu tersebut. “Jika batu tersebut memang bagian dari candi-candi di Piyungan bisa jadi usia batu tersebut lebih tua dibanding Petilasan Kerto dan Pleret,” ungkapnya. (zam/yog/mar)