RADARJOGJA.CO.ID –Jelang kenaikan tarif pajak, Kantor Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) Gunungkidul dipadati warga, Kamis (5/1). Mereka rela antre berjam-jam demi menghindari tarif pajak baru yang diberlakukan mulai Jumat (6/1).

Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Samiyono mengatakan, sesuai PP/60 /2016 tentang jenis tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diundangkan pada 6 Desember 2016 dan mulai berlaku 6 Januari 2017, menggantikan tarif PNBP pada PP 50 Tahun 2010, besaran pajak dinaikkan.

“Hari ini ada kenaikan lebih dari 3 kali lipat pembayar pajak dari hari biasa. Mungkinan masyarakat tidak ingin dibebani kenaikan sejumlah pajak sesuai PP 60 tahun 2016,” kata Samiyono.

Ia meneruskan, sesuai PP 60, beberapa jenis kenaikan pajak, di antaranya tarif pengesahan surat tanda nomor kendaraan (STNK), tarif nomor register kendaraan bermotor (NRKB) pilihan atau yang biasa dikenal nomor cantik, kemudian tarif surat izin mengemudi (SIM) untuk CI dan CII dan DI.

Untuk pengesahan STNK tahunan, tarif baik untuk roda dua atau pun tiga sebesar Rp 25 ribu dan roda empat atau lebih Rp 50 ribu. Untuk tarif penerbitan TNKB atau plat nomor, naik untuk roda 2 atau 3 dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu. Roda 4 atau lebih Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.

“Mengantisipasi banyaknya masyarakat yang ingin membayar pajak sebelum ada tarif baru, pelayanan dibuka sampai jumlah pendaftar habis,” paparnya.

Pendaftar terakhir ditutup sampai pukul 13.00. Menurut Samiyono, jauh hari informasi adanya aturan baru beaya pajak sudah diantisipasi dengan sosialisasi pada masyarakat. Masyarakat bisa melakukan pembayaran di sejumlah bank yang ditunjuk atau samsat keliling di beberapa lokasi.

Joko Handoyo, Warga Kecamatan Wonosari rela antre berjam-jam melakukan pembayaran pajak kendaraan untuk menghindari kenaikan tarif pajak baru. Masa berlaku STNK-nya habis pada awal Februari 2017.”Lebih baik saya bayar sekarang mumpung belum naik,” kata Joko.

Menurutnya, kenaikan pajak cukup memberatatkan, sehingga ia memilih ikut antre lebih awal.”Bagi masyarakat kecil kenaikan pajak ini cukup berat,” keluhnya.(gun/hes)