RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Perkara dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Basarnas DIJ Waluyo Raharjo memasuki babak baru. Berkas perkara buntut pengadaan tanah untuk pendirian posko di Gunungkidul itu telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor oleh Kejaksaan Tinggi DIJ kemarin (5/1).

“Siang tadi (kemarin. Red) sudah dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIJ Azwar kepada Radar Jogja kemarin.

Dijelaskan, tim jaksa penuntut umum telah menyusun surat dakwaan terhadap Waluyo dan juga tersangka lainnya, Dias. Keduanya dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Meski keduanya didakwa dengan pasal sama, pemberkasan perkara mereka dipisah karena memiliki peran yang berbeda. Dias merupakan makelar yang menjanjikan pengadaan tanah senilai Rp 5,8 miliar. Sementara Waluyo merupakan pihak yang memerintahkan pencairan pembayaran dengan anggaran 2015 kepada Dias. Setelah pencairan keduanya membuat komitmen kesepakatan atas uang yang telah diberikan kepada Waluyo.

Setelah berkas dilimpahkan, langkah selanjutnya adalah penetapan jadwal sidang kepada kedua tersangka. “Kami tinggal menunggu jadwal dari Pengadilan Tipikor,” ujar Azwar.

Seperti diberitakan, kedua tersangka kini tengah ditahan di Lapas Wirogunan, Jogja. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Waluyo menjalani penahanan pada Desember tahun lalu, sedangkan Dias ditahan sejak proses penyidikan, September 2016. “Penahanan terhadap Waluyo agar tidak menghilangkan barang bukti,” ata Azwar. (bhn/laz/ong)