RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kulonprogo 2016 mencapai 92 persen. Setara dengan Rp 12 Miliar. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulonprogo terjun ke desa untuk menutup tunggakan 8,35 persen senilai Rp 1 miliar.

Kabid Pajak BKAD Kulonprogo Marsi mengatakan pada 2016 Kulonprogo terdapat 335.722 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dengan pokok ketetapan Rp 13,1 miliar. Posisi saat ini sudah mencapai Rp 12 miliar atau 91,65 persen dengan 312.428 SPPT.

“Untuk tunggakannya masih ada 23.294 SPPT setara Rp 1,094 miliar atau 8,25 persen, kami jemput bola ke masing-masing desa,” kata Marsi kemarin.

Pencapaian pelunasan PBB paling banyak di Kecamatan Lendah dengan 28.587 SPPT senilai Rp 936 juta. Terealiasi 27.730 SPPT atau 96,93 persen dengan jumlah Rp 908 juta.

Sedangkan Kecamatan Wates paling kecil realiasi PBB-nya. Dengan 34.544 SPPT senilai Rp 3,1 miliar, tercapai Rp 2,7 miliar dari 29.642 SPPT atau tercapai 86,1 persen.

Batas waktu pembayaran akhir September 2016. Jika sampai batas akhir tersebut wajib pajak belum bayar PBB, otomatis terkena denda dua persen per bulan. (tom/iwa/mar)