RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Dua pemuda ditangkap polisi terkait dugaan penganiayaan di Fly-Over Ngelo, Sentolo, Kulonprogo, Selasa (3/1) dinihari. Keduanya meringkuk di sel Mapolsek Sentolo untuk menjalani pemeriksaan.

Kedua pelaku, Heri Prabowo, 31, warga Pongangan, Kecamatan Sentolo; dan Anarkhi Dana Wilapa, 23, warga Giripurwo, Kecamatan Girimulyo. Korbannya, Ali Mawran, 18, Gilang Ramadhan, 20, dan Dwiyan Charistisa, 20, dua di antaranya sempat dilarikan ke RS karena luka-luka.

Kejadian berawal ketika para pelaku pulang nonton dangdut minum minuman keras di Ngelo. Sekitar pukul 00.30 kedua pelaku pulang lewat Fly-Over Ngelo, Sentolo. Tak sengaja, mereka berpapasan dengan ketiga korban.

“Mereka menggeber motor saat berpapasan. Kami kira mereka mau nglithih, karena banyak kejadian begitu. Karena jengkel digeber-geber kami kejar mereka,” kata Heri di hadapan polisi kemarin.

Heri dan Anarkhi berboncengan dengan motor trail memepet dan menendang motor korban hingga jatuh. Setelah itu, pelaku melakukan penganiayaan. Korban mengalami luka memar di pipi dan hidung berdarah.

Petugas datang setelah mendapat laporan warga. Korban dibawa ke RSUD Nyi Ageng Serang, sementara pelaku menghilang dari lokasi. Sore harinya, para pelaku ditangkap Polsek Sentolo.

“Kami masih mendalami kasus ini. Kalau terbukti bersalah, pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. Selain pelaku, kami juga amankan satu motor trail sebagai barang bukti,” kata Kapolsek Sentolo AKP Slamet.

Pelaku Heri memiliki catatan kriminal. Pernah tersangkut kasus pencurian di Bantul. “Motif pelaku diduga karena terpengaruh minuman keras, lalu berbuat onar berujung tindak kekerasan,” kata Slamet.

Para pelaku tidak membawa senjata tajam saat kejadian. “Mereka pulang dari nonton dangdut lalu minum minuman keras dan mabuk,” kata Slamet. (tom/iwa/mar)