RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO-Tahun ini, Dana Keistimewaan (Danais) Kulonprogo naik 26,9 persen. Pemkab akan mengotimalkan anggaran tersebut untuk program pengembangan kesenian dan budaya.

“Danais 2015 besarnya Rp12,6 miliar, terealisasi 100 persen. Tahun ini mendapat jatah Rp16 miliar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo Untung Waluyo kemarin.

Dia sudah menyiapkan langkah mengoptimalkan Danais tersebut. Program pembangunan fisik masih mendominasi. Sekitar Rp 7 miliar dialokasikan untuk meneruskan pembangunan Gedung Taman Budaya Kulonprogo di Pengasih dan penguatan konstruksi Jembatan Duwet Kalibawang.

“Disbud Kulonprogo juga akan menangani pembangunan Kantor Kecamatan Panjatan yang termasuk cagar budaya,” kata Untung.

Kantor tersebut termasuk program pengelolaan cagar budaya dan warisan budaya. Nilai anggarannya Rp 604 juta. Pembangunan fisik lainnya menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kulonprogo, termasuk Taman Budaya Kulonprogo.

“Danais 2017 dioptimalkan untuk program pengembangan kesenian dan budaya daerah dengan anggaran Rp 8,7 miliar. Program promosi dan kemitraan budaya juga mendapatkan porsi Rp 4,3 miliar,” kata Untung.

Sekretaris Disbud Kulonprogo Joko Mursito mengatakan potensi wilayah perbatasan akan diangkat. Jangan hanya terkonsentrasi di perkotaan. Dilakukan dengan memfasilitasi warga melestarikan potensi lokal.

Bukan hanya pertunjukan seni, juga kegiatan adat dan tradisi agar tetap lestari. “Kami harap seni dan budaya bisa dicintai anak muda. Pembinaan diperlukan, minimal cara mengemas, menggarap, dan memoles potensi yang ada,” kata Joko. (tom/iwa/mar)