RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Cuaca ekstrem masih melanda sebagian wilayah DIJ. Di Sleman, guyuran hujan deras disertai angin kencang terjadi hampir seminggu terakhir.

Kepala Operasional Pos Klimatologi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIJ Djoko Budiyono mengatakan, perubahan cuaca tak menentu dan cepat berubah. Tidak bisa diprediksi. Kendati demikian, Djoko menilai kondisi cuaca masih tergolong wajar.

Menurut Djoko, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Intensitas hujan ringan hingga sedang.

“Pantauan kondisi atmosfer terkini di wilayah Jogjakarta mengalami kelembaban cukup tinggi. Ditambah adanya angin barat yang cukup kuat,” jelasnya kemarin (4/1).

Dari citra satelit, Djoko mengungkapkan ada banyak lipatan awan di atas wilayah Pulau Jawa. Sementara untuk puncak musim hujan diprediksi terjadi pertengahan Januari hingga Februari.

“Masyarakat kami imbau lebih waspada dan berhati-hati. Terutama dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin,” tuturnya.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman melaporkan ada 15 kejadian akibat cuaca ekstrem kemarin.

“Rata-rata yang roboh adalah pohon kayu keras berdiameter 20 hingga 40 sentimeter. Ada yang menimpa rumah hingga menghalangi jalan,” ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik Makwan.

Dikatakan, kondisi terparah menimpa wilayah Kecamatan Seyegan dan Tempel. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Kerugian materiil masih kami data,” lanjutnya.(dwi/yog/ong)