RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Padatnya jadwal ngelencer para legislator tidak hanya terjadi di DPRD DIJ. Di DPRD Kota Jogja, jadwal ngelencer juga tergolong padat. Dari 245 hari kerja efektif di DPRD Kota Jogja, rata-rata hanya 70 hari anggota dewan bertugas di kantor.

Data di Sekretariat DPRD Kota Jogja, setiap anggota dewan memiliki jatah perjalanan dinas (perdin) luar daerah yang berbeda-beda. Yang paling sering melakukan ngelencer adalah pimpinan DPRD, diikuti yang menjadi anggota alat kelengkapan dewan.

“Ya dari 245 hari, rata-rata jadwal perjalanan dinas luar daerah, anggota DPRD Kota Jogja sekitar 170 hari,” ujar Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Jogja Prima Hastawan, kemarin (4/1).

Setelah mendapat evaluasi dari Gubernur DIJ, anggaran kegiatan perdin DPRD Kota Jogja dalam APBD Kota Jogja 2017 menjadi Rp 26,808 miliar. Angka itu mengalami pemotongan sebesar Rp 4,248 miliar. Menurut dia, jumlah kunjungan kerja (kunker) tersebut sudah dikurangi, seperti untuk komisi yang awalnya sembilan hari menjadi enam hari.

Untuk perdin terdiri dari kunker tiap komisi, badan anggaran, badan musyawarah, badan legislasi, badan kehormatan, hingga ke pengawasan bersama Pemkot Jogja. Jadwal tersebut masih ditambah untuk bimbingan teknis (bimtek), pertemuan Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (Adeksi), dan reses.

“Termasuk untuk agenda dari pansus (panitia khusus), yang tahun ini diagendakan ada 30 pansus,” jelasnya.

Sisa hari kerja, berdasarkan perhitungan Sekwan DPRD Kota Jogja tersebut, diklaim masih lebih longgar daripada kegiatan 2016. “Hal itu membuat kegiatan anggota DPRD Kota Jogja lebih banyak di kantor dibanding tahun sebelumnya,” jelas Prima.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Ririk Banowati, untuk menyiasati waktu kerja yang terbatas, biasanya anggota dewan memanfaatkan waktu libur, Sabtu dan Minggu. Pada hari-hari itu biasanya dimanfaatkan untuk kegiatan reses.

Ririk mengatakan, supaya hari efektif kerja bisa bertambah, pihaknya akan mengusulkan ke Pemprov DIJ supaya memperbolehkan pada Sabtu dan Minggu menjadi waktu kunjungan kerja. “Supaya hari kerja efektif tambah, seharusnya Sabtu-Minggu diperbolehkan jadwal kunker,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Jogja Rifki Listianto menambahkan, untuk mengoptimalkan waktu kunker, biasanya DPRD Kota Jogja akan meminta pihak penerima kunker supaya bisa menerima pada Senin atau Jumat.

Menurut dia, dari jatah kunker tiga hari, jika diterima pada Senin, maka bisa berangkat pada Minggu malam dan pulang Selasa pagi. “Jadi waktu yang terpotong tidak banyak, hanya Senin dan Selasa,” ujarnya. (pra/ila/ong)