RADARJOGJA.CO.ID – Dari pemeriksaan awal Polres Magelang, muncul pengakuan terduga pelaku teror mirip bom di Komplek Pasar Tegalrejo karena sakit hati. HZ, 45 tahun warga Dusun Krajan Desa Tegalrejo tidak terima dengan pernyataan salah satu pengurus pondok pesantren (Ponpes) yang berada di lingkungannya. Apalagi pria yang juga menjabat Ketua RT tersebut sempat dicap PKI, hanya gara-gara menjadi anggota PDI Perjuangan.
“Masyarakat harus tetap tenang. Jangan main hakim sendiri. Serahkan kepada polisi untuk menuntaskannya. Jangan terprovokasi dengan laporan awal yang menyebutkan terduga pelaku teror mirip bom sakit hati karena dicap PKI. Semua harus jelas dulu,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Magelang, A Permana.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan polisi yang menyebar diberbagai media sosial, menyebutkan motif teror bom adalah pelaku sakit hati. HZ merasa pengorbanannya diabaikan oleh salah satu pengurus ponpes di wilayah tersebut. Sehingga akhirnya dia memilih untuk pindah partai.

“Polisi harus segera menuntaskan kasus ini agar masyarakat tidak resah dengan beredarnya motif terduga pelaku teror mirip bom di media sosial. Saya meyakini hal tersebut tidak 100 persen benar. Ada hal-hal yang masih perlu diklarifikasi dan didalami. Itu tugas polisi,” tegas mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang tersebut.

Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom Tegalrejo