RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Jelang kenaikan tarif baru pengurusan surat-surat kendaraan 6 Januari mendatang, unit pelayanan mutasi Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) Polres Sleman dipadati warga sejak pagi, kemarin (4/1).

Kendati begitu, banyak warga yang enggan mengakui bila pengurusan surat mutasi itu dilakukan terkait dengan tenggat waktu pelaksanaan tarif baru. Seperti diungkapkan warga asal Pakembinangun, Sutrisno yang beralasan mengurus surat mutasi karena kebutuhan. Padahal, selama dua tahun sebelumnya, dirinya tidak mengkhawatirkan BPKB motor yang dimiliki atas nama orang lain.

“Saya baru mengetahui ada kenaikan tarif tadi pagi (kemarin) di televisi. Saya mutasi sekarang guna memudahkan pengurusan pajak di tahun berikutnya,” jelas pria berkacamata dengan kulit sawo matang itu.

Begitu pula dengan Agus Trianto, warga Ngemplak ini mengaku mengurus balik nama dengan alasan masa berlaku STNK telah habis pada Desember lalu. “Saya baru mengerti tarif naik hari ini. Mutasi karena masa berlaku sudah habis,” jelasnya.

Agus, yang sudah sejak pukul 7.00 di Polres Sleman ini mendapat nomor antrean ke-58. Sekitar pukul 10.45 dia baru mendapatkan gesek nomor rangka. “Yang lama antrean geseknya,” jelasnya.