RADARJOGJA.CO.ID – Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Magelang telah melakukan uji laboratorium sejumlah material usai peledakan bom rakitan di kompleks pertokoan Tegalrejo (27/12). Polisi memastikan temuan benda mencurigakan dalam tas perempuan di depan Apotek Perintis Farma itu bukanlah bom. Dasarnya, hasil uji laboratorium menunjukkan material-material yang ada, tidak berkaitan dengan unsur bom.

Black powder yang ditemukan ternyata bubuk arang. Kabel memang ada, paku juga, tapi detonator tidak ada,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono.

Menurutnya, peletakan rangkaian benda menyerupai bom itu hanya bertujuan untuk membuat ketakutan masyarakat saja. Dia meminta agar masyarakat lebih cermat dan waspada ketika menemukan hal-hal atau orang yang mencurigakan.

“Untuk itu, mari kita lawan teror ini dengan kebersamaan dan kekompakan,”harapnya.

Mantan Wakapolres Magelang ini pun mengaku belum mengetahui pasti siapa pelaku yang sengaja meletakkan benda mencurigakan itu di lokasi. Mengingat, tidak ada bukti visual yang mendukung.

“Kamera CCTV sebenarnya ada, tapi di dalam apotek. Padahal saat itu apotek belum buka. Sedangkan CCTV lainnya ada juga, tapi jaraknya sangat jauh sehingga kualitas gambar jelek,” ungkapnya.

Ditambahkan, kondisi ini menyulitkan penyelidikan lantaran dari hasil rekaman gambar, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi temuan sangat banyak. Namun tidak terlihat ada orang yang meletakkan benda mencurigakan itu.

“Jadi sementara ini kami baru sebatas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Namun demikian, kami akan komunikasikan kembali hal ini,” ujarnya.

Untuk pelaku, kapolres menegaskan akan memberikan tindakan tegas. Yakni dengan memberlakukan UU darurat terorisme dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

“Jadi jangan main-main dengan perbuatan semacam ini. Ancaman hukumannya berat,” tandas kapolres. (ady/laz/dem)