RADARJOGJA.CO.ID – Kasus doping di pelaksanaan PON 2016 silam bakal sampai ke Gubernur DIJ. Ini setelah, perwakilan KONI Pusat akan datang ke DIJ untuk menemui gubernur dan KONI DIJ guna menyerahkan surat keputusan mengenai atlet yang terbukti melakukan doping.

KabidBinpres KONI DIJ Agung Nugroho mengatakan, secara lisan perwakilan KONI Pusat telah memberitahu kepastian mengenai atlet DIJ yang menggunakan doping. Selanjutnya, secara resmi surat akan diserahkan langsung kepada pimpinan daerah dan ketua umum KONI DIJ. Kedatangan langsung pihak KONI Pusat ke Jogjakarta, juga untuk memberikan penjelasan detil kasus tersebut.

Penjelasan itu termasuk kemungkinan pemberian sanksi yang diberikan kepada atlet tersebut. Yaitu selain pembatalan dan pengembalian medali, juga hukuman lain dari pihak KONI Pusat. “Pihak KONI Pusatingin menyerahkannya ke gubernur, karena atlet ini mewakili daerah masing-masing. Jadi, ingin memberikan SK langsung dan menjelaskannya. Selain medali ditarik oleh PB PON, atlet tersebut juga harus mengembalikan bonus yang telah diberikan dari Pemda,” imbuhnya

Agung menyebut, dari komunikasi dengan perwakilan KONI Pusat, atlet DIJ yang terindikasi doping memang benar dari cabor binaraga berinisial RW. Di PON Jabar lalu, RWberhasil meraih medali perak pada kelas light putra.

Tak hanya itu, RW juga kemungkinan akan mendapat sanksi berat sebab saat uji tes diketahui ada empat zat terlarang bagi atlet yang terbukti dikonsumsinya. Keempatnya yaitu clenbuterol, mesterolone, metanole, dan prostanolone. “Besok Jumat atlet itu akan kami panggil. Akan kami tanyakan juga kenapa zat tersebut bisa sampai terdeteksi saat tes. Sehingga kami bisa mendampingi saat pertemuan dengan pihak KONI Pusat,” tuturnya. (riz/eri)