RADARJOGJA.CO.ID-Tanpa adanya Transjogja dan bus interkoneksi Damri, mungkin sulit dibayangkan bagaimana kondisi jalanan di JogjakartaKedua transportasi massal di DIJ tersebut memang sedikit menolong masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Bahkan, keberadaan keduanya bisa menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di DIJ. Jalanan yang sempit, serta mobilitas penduduk yang tinggi, bisa terlayani dari kedua moda transportasi umum tersebut.

Kedua moda transportasi massal itu hadir di masyarakat tak lepas dari peran Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Sigit Haryanta. Magister manajemen transportasi umum UGM tersebut memang telah tiada Selasa (3/1) siang, pukul 13.11.

Sebelum meninggal dunia, Sigit tiga hari menjalani perawatan di ICU RSUP Dr Sardjito. Sigit mengalami kecelakaan kecelakaan. Ia ditabrak pengendara motor di perempatan Pedes, Sedayu, Bantul pada Sabtu, 31 Desember 2016 lalu. Sigit kala itu mengayuh sepeda ontel perjalanan dari rumahnya di Jalan Khudori Wates menuju Jogja. Dia bersama grup sepeda kayuhnya hendak memantau arus lalu lintas menjelang pergantian tahun.

Malang saat berada di daerah Pedes itu, birokrat yang dikenal ramah dan dekat dengan pers itu ditabrak dari belakang. Sigit terjatuh dan tak sadarkan diri. Dia kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Jalan Wates. Usai diadakan pemeriksaan CT Scan, di bagian kepala Sigit mengalami pendarahan sehingga dirujuk ke RSUP Dr Sardjito.

“Berbagai upaya dalam rangka tindakan medis telah kami lakukan. Kondisi almarhum sejak dirawat tak sadarkan diri dan terus menurun. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.11,” jelas Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho.