RADARJOGJA.CO.ID – Rencana besar Bupati Agus Bastian menjadikan Purworejo sebagai kabupaten tujuan wisata di tahun 2020 diharapkan akan diikuti banyak langkah nyata dalam dua tahun berjalan. Banyak tantangan yang akan dihadapi serta keseriusan jajaran instansi terkait guna merealisasikannya.

“Potensinya kita sudah banyak, sumber daya manusianya juga siap. Tapi kita bermasalah di infrastruktur,” kata pelaku Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) Agung.

Menurutnya, keterkenalan obyek wisata tanpa disertai ketersediaan infrastruktur pendukung akan percuma. Sebagai contoh, pihaknya pernah menerima rombongan wisatawan yang menggunakan bus wisata besar, namun gagal karena kendaraan besar tidak bisa menjangkau hingga lokasi.

“Seperti kita tahu jalan menuju Kaligesing masih sempit meski sudah ada pelebaran. Bus hanya bisa sampai kota kecamatan, dan harus kita langsir penumpangnya menggunakan bak terbuka. Tapi mereka menolak, mungkin kurang berkenan dengan hal itu,” tuturnya.

Melihat kejadian itu, Agung berkesimpulan jika infrastruktur jalan menuju lokasi haruslah disediakan sejak awal. Dirinya membandingkan upaya kabupaten tetangga, Kulonprogo DIJ yang berani membuka jalan dengan program “Bedah Menoreh”. Setidaknya hal itu juga harus dilakukan Purworejo.

“Bayangkan saja, di jalan Bedah Menoreh, enam bus bisa dibariskan selebar jalan. Sementara di jalan kita, tiga mobil kecil saja, jika dibariskan harus turun di bahu jalan,” ungkapnya.

Diakuinya, status jalan menuju Kaligesing merupakan jalan provinsi, diharapkan Pemkab bisa mengkomunikasikan hal itu ke pihak pemprov. Dengan terbukanya jalan, kerja Pemkab tidak akan terlalu banyak dengan membuka akses jalan yang ada dibawah tanggungjawabnya.(udi/dem)