RADARJOGJA.CO.ID-Penjualan barang elektronik di Kawasan Pecinan Jalan Pemuda Kota Magelang, mengalami penurunan. Pedagang sudah merasakan dampak lesunya penjualan dalam tiga tahun terakhir ini. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan.

Pemilik Toko Palapa Elektronik, Jimmy, mengakui penurunan tersebut. Dia berharap Pemkot Magelang memperhatikan para pedagang dan para pengusaha yang memiliki usaha di Jalan Pemuda.

“Saya berharap di tahun 2017 ini pemkot bisa lebih memperhatikan kawasan pecinan ini. Kami sangat menantikan program Borobudur Street Market,” katanya.

Menurutnya, penurunan penjualan tidak hanya terjadi di toko elektronik saja. Beberapa toko fashion maupun toko sepatu yang berada di Jalan Pemuda, juga nampak sepi pengunjung.

“Lesunya penjualan dan sepinya pengunjung itu bukan saya saja yang merasakan. Seluruh pengusaha di Jalan Pemuda ini juga mengeluhkan hal yang sama,” katanya.

Kebanyakan, lanjut Jimmy, para pembeli kini mulai melirik mal yang ada dengan fasilitas yang lebih baik.

“Ini yang menyebabkan toko-toko di Jalan Pemuda kini sepi pengunjung. Pada lari ke mal,” ujarnya.

Beruntung Toko Palapa masih tetap memiliki pelanggan setia. Walaupun ada mal yang menyediakan fasilitas lebih, para pelanggan masih saja mendatangi toko elektronik ini.

Borobudur Street Market digagas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) guna menata kawasan perekonomian Pecinan di Jalan Pemuda Kota Magelang. Pecinan yang terletak sekitar 15 kilometer dari Candi Borobudur ini dinilai dapat menjadi salah satu kawasan yang dapat menyangga destinasi wisata yang pernah masuk tujuh keajaiban dunia tersebut. (cr2/dem)