RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Rotasi pejabat Pemkab Kulonprogo dilakukan kemarin. Jauh dari kesan serius, usai diambil sumpah, para pejabat eselon II, III dan IV, berselfie ria di photo-booth yang disediakan panitia kemarin.

“Saya ikutan selfie, ada tulisan-tulisan yang memotivasi. Penyelenggara pantas diapresiasi,” kata Camat Wates Aspiah.

Pelantikan jabatan menjadi momen penting bagi pegawai. “Hasil foto untuk kenang-kenangan pribadi. Atau juga bisa diunggah dan dikirimkan ke kolega, keluarga dan teman-teman,” ujar Aspiah.

Namun, adanya photo-booth menyebabkan penjual jasa foto keliling kekurangan peminat. Pendapatan mereka mereka turun drastic.

“Saya ambil sekitar 60 foto. Yang dibeli hanya separonya. Tapi tidak apa-apa, sudah risiko pekerjaan. Harga foto Rp 25 ribu per lembar,” kata Rosyid, penjual jasa foto usai pelantikan.

Sedikitnya 28 Pejabat Eselon II dan 638 Pejabat Eselon III dan IV dilantik. Selain Pj Bupati Kulonprogo Budi Antono, dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai saksi, Staf Ahli Gubernur DIJ Bidang Ekonomi dan Pembangunan Riyadi Ida Bagus Salyo Subali dan Kepala Badan Lingkungan Hidup DIJ Joko Wuryantoro.

Budi mengatakan pelantikan pejabat struktural eselon II terkait pelaksanaan PP 18/2016 tentang Perangkat Daerah. Sehingga terjadi beberapa perubahan Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru. Nama instansi maupun program kegiatan juga berubah.

Kompetensi menjadi pertimbangan utama penempatan PNS baik jabatan struktural maupun fungsional. “Khususnya pengangkatan PNS struktural adanya pendekatan potensi, kompetensi dan kinerja,” kata Budi.

Sekda Astungkoro mengatakan pelantikan pejabat diharapkan bisa memiliki dampak positif. Minimal mempertahankan kinerja yang sudah dicapai.

Ada dua lembaga baru, Kebudayaan dan Tata Ruang yang perlu mendapat pendampingan intens. Keistimewaan DIJ diharapkan bisa diimplementasikan di Kulonprogo.

“Dua lembaga ini harus dikawal karena masih baru. Disamping mengawal dua lembaga baru, tetap prioritas menangani kemiskinan dan penataan pembangunan,” kata Budi. (tom/iwa/mar)