Lawan, Korupsi Jadi Musuh Bersama

Banyak kasus dan persoalan yang dihadapi bangsa ini harus direfleksikan bersama-sama, agar ke depan bisa membangun Indonesia lebih baik. Semangat untuk menjadi lebih baik didengungkan oleh cendekiawan di DIJ dalam sarasehan yang diadakan di Auditorium Pascasarjana Hukum UII Jogjakarta, kemarin (2/1).

VITA WAHYU HARYANTI, Jogja

KORUPSI menjadi musuh yang harus dibasmi bersama-sama. Sebab, tindak korupsi sudah sangat mengakar bahkan di pemerintah level terbawah.

“Kasus korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat di tingkat dasar pemerintahan masih mendominasi daftar kriminal negara,” ungkap pakar hukum tata negara Mohammad Mahfud MD dalam sarasehan Refleksi Menyongsong 2017 yang diadakan KAHMI di Auditorium Pascasarjana Hukum UII Jogjakarta di Jalan Cik Di Tiro, kemarin (2/1).

Mahfud mencontohkan kasus korupsi oleh Bupati Klaten Sri Hartini. Dia mengatakan, sebenarnya masih banyak kasus serupa yang tidak tercium KPK, sehingga korupsi masih belum dapat dituntaskan sampai saat ini.

“Banyak pejabat yang memanfaatkan posisinya untuk menjalankan bisnis jual beli jabatan seperti yang dilakukan oleh Bupati Klaten,” ungkapnya.