Butuh Perda Tarif Wisata

JOGJA – Ramainya pemberitaan negatif terkait perilaku buruk sebagian pelaku pariwisata di Jogjakarta, langsung disikapi Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta dengan melakukan pengecekan ke beberapa objek wisata. Hasilnya, mayoritas perilaku aji mumpung terjadi di wilayah Kota Jogja.

“Sudah saya cek, di Taman Breksi dan Kaliurang, Sleman tidak terjadi, yang terjadi justru di pusat Kota Jogja,” ujar Aris saat dihubungi, kemarin (2/1).

Diakuinya selama peak season liburan ada yang menaikkan harga itu lumrah, selama masih dalam batas kewajaran. “Naik 20-30 persen itu wajar, kalau sudah berlipat-lipat itu yo nuthuk jenenge,” sambungnya.

Aris mengatakan, kewajaran tersebut tidak bisa ditentukan subyektif pelaku wisata saja. Untuk itu, lanjut dia, setiap pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), pihaknya selalu berpesan supaya pelaku pariwisata juga berempati pada wisatawan.Tidak bisa aji mumpung dengan alasan supaya cepat balik modal.

“Padahal November-Desember lalu baru kami bimtek untuk pelaku wisata di Pakualaman, Keraton, dan Alun-Alun Kidul, tapi kok ya masih terjadi,” sesalnya.