RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Mencuatnya kasus dugaan penggunaan doping oleh 12 atlet penyabet medali dalam PON Jabar 2016 lalu, akan terus ditindaklanjuti KONI Pusat. Dalam waktu dekat, pihak KONI Pusat akan mendatangi daerah dimana ke-12 atlet tersebut berasal untuk melakukan klarifikasi. Dari 12 atlet tersebut, satu atlet berasal dari kontingen DIJ.

Kabid Binpres KONI DIJ Agung Nugroho mengatakan, pihaknya sempat berkomunikasi dengan KONI Pusat mengenai masalah tersebut. Termasuk mengenai kejelasan atlet DIJ yang terindikasi doping. “Sebab sampai sekarang belum ada surat resmi. Rencananya, KONI Pusat pekan-pekan ini akan ke Jogja untuk mengelar pertemuan,” terangnya kemarin.

Agung menyebutkan, kedatangan perwakilan KONI Pusat tersebut nantinya akan bertemu dengan pengurus KONI DIJ dan atlet yang diduga menggunakan doping. Dengan pertemuan tersebut diharapkan adanya kejelasan terhadap kasus tersebut. Sehingga jika memang terbukti atlet DIJ tersebut menggunakan doping, segera diberikan sanksi.

Kasus dugaan penggunaan doping terhadap 12 atlet peroleh medali di PON Jabar terkuak setelah hasil tes acak yang dilakukan National Dope Testing Laboratory di New Delhi, India pada 29 November 2016 lalu, menyebutkan 12 atlet terindikasi menggunakan zat doping. Tes tersebut mengambil sampel 479 atlet peraih medali.

Ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX-Peparnas XV/2016, Yudha Munajat Saputra menyebut, kedua belas atlet yang terindikasi menggunakan doping tersebut bersal dari cabang olah raga menembak, berkuda, binaraga, dan angkat besi. Mereka dinyatakan berdasarkan uji hasil sampel A yang dirilis oleh Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

Yudha mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan Tim LADI akan melakukan klarifikasi kepada setiap atlet yang diduga mengkonsumsi doping. Tim LADI akan datang ke tujuh provinsi yaitu Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Timur, DIJ, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang atletnya diduga menggunakan doping.

Dari informasi terakhir, atlet DIJ yang terindikasi doping berasal dari cabor binaraga berinisial RW. RW memperoleh medali perak pada PON Jabar lalu. Pihak KONI DIJ melalui Ketum GBPH Prabukusumo terkait kasus tersebut langsung meminta Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) DIJ untuk melakukan pemanggilan kepada RW.

Pada PON 2016 lalu, RW berhasil menyabet medali perak dari cabang olahraga (cabor) binaraga di kelas 70 Kg. RW berhasil menerobos dominasi tuan rumah, Jatim, dan Jateng yang tadi malam banyak memborong medali.(riz/din/ong)