RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tingkat kunjungan wisata di wilayah Sleman menunjukkan tren positif. Terbukti, selama 2016 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 5,82 miliar. Capaian tersebut jauh lebih tinggi dari target yang dipatok Rp 4,87 miliar. “Pendapatan tercapai 119,5 persen,” ujar Kepala Disbudpar A.A. Ayu Laksmidewi kemarin (2/1).

Dikatakan, lonjakan jumlah wisatawan paling menonjol di kawasan lava tour Gunung Merapi dan Taman Kaliurang. Dua destinasi andalan Sleman itu terbukti masih ampuh menarik minat wisatawan luar daerah. Kaliurang menjadi penyumbang PAD terbesar.Dari kontribusi parkir saja tembus Rp 3 miliar. Termasuk retribusi Museum Gunungapi Merapi (MGM) Rp 1,1 miliar. Ditambah sinema MGM Rp. 651,8 juta.

“Masih ada pemasukan dari gardu pandang mencapai Rp. 142,5 juta. Untuk masa liburan 18 hingga 28 Desember kawasan Kaliurang dikunjungi 86.765 wisatawan dengan pendapatan sebesar Rp324,9 juta,” jelasnya.

Driver komunitas Jeep Adventure of Merapi Priyanto mengungkapkan, lonjakan penikmat wisata adrenalin lava tour mencapai dua kali lipat. Lonjakan terjadi sejak pertengahan Desember 2016 hingga awal bulan ini. “Kami menawarkan paket wisata Jeep dengan medan bekas terdampak erupsi Merapi,” ujarnya.

Meski jumlah peminat wisata Jeep membludak, Priyanto mengklaim, semua wisatawan bisa terakomodasi.

Tak kurang 26 komunitas Jeep wisata melayani pengunjung. Dengan lebih dari 600 armada Jeep.

Rute yang ditawarkan cukup beragam. Sesuai kesepakatan antara driver dengan wisatawan. Ada rute reguler, long, hingga super long dengan durasi waktu dan destinasi berbeda. Kondisi medannya pun bervariasi. Tarifnya antara Rp 350 ribu – Rp 800 ribu per armada.

Priyanto mencontohkan rute super long dengan durasi waktu 3 hingga 4 jam. Rutenya mengelilingi seluruh destinasi di Lereng Merapi. Seperti Bukit Glagahsari, petilasan Mbah Marijan, dan kawasan terdampak erupsi 2010 lainnya.

“Kami juga melayani rute matahari terbit dengan pesanan khusus,” ungkap Priyanto. (dwi/yog/ong)