RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDUL – Kesadaran masyarakat Gunungkidul tertib lalu lintas meningkat. Indikatornya, adanya penurunan data pelanggaran lalu lintas pada 2015 dan 2016. Namun, meski kesadaran berlalulintas sudah baik, belum menekan kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Data Satlantas Polres Gunungkidul, pada 2015 jumlah tilang 6.501 kasus dan teguran 2.420 kasus. Sementara pada 2016 jumlah pelanggar yang ditilang 4.725 orang, untuk teguran 1.440 dengan denda tilang Rp 95 juta.

“Penurunan jumlah pelanggar menunjukkan kesadaran masyarakat tiblantas semakin baik,” kata Kasatlantas AKP Samiyono, Senin (2/1).

Namun, meski kesadaran meningkat, jumlah kecelakaan masih tinggi. Berdasarkan hasil olah TKP lakalantas, jalan berkelok dan tanjakan menjadi pemicu kecelakaan. “Di samping itu, beberapa wilayah sepi, menyebabkan pengendara ngebut,” ujar Samiyono.

Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan angka lakalantas mengalami kenaikan. Pada 2015 ada 393 kejadian dengan koban jiwa 59 orang, luka berat tiga orang, dan luka ringan 515 orang.

Pada 2016 terdapat 468 lakalantas. Korban jiwa 64 orang, luka berat tiga orang dan luka ringan 580 orang. Kerugian materi Rp 138 juta.

“Jika dibandingkan 2015, lakalantas meningkat 75 kasus atau 29,08 persen,” kata Ngadino.

Upaya menekan angka lakalantas, kepolisian terus melakukan sosialisasi tiblantas. Antara lain sosialisasi dan kampanye keselamatan lalu lintas.

Selain itu, kegiatan preventif juga rutin dilakukan setiap hari. “Seperti penjagaan, pengaturan dan patroli daerah rawan kecelakaan,” kata Ngadino.

Dikatakan, dengan semakin tingginya kesadaran berlalu lintas bisa menekan angka kecelakaan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati di jalan,” kata Ngadino. (gun/iwa/mar)