RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Malam pergantian tahun selalu meninggalkan kesan tak sedap di pusat-pusat perayaan. Tumpukkan sampah selalu menjadi “penyakit” akut tahunan usai perayaan malam pergantian tahun di sejumlah objek pariwisata.

Seperti di kawasan Pantai Depok, Bantul. Hingga Senin (2/1) tumpukan sampah masih ‘menghiasi’ area pantai penghasil tangkapan laut itu.”Seperti ini kondisinya,” keluh seorang pemilik warung kuliner Dardi Nugroho.

Tumpukkan sampah tak hanya berserakan di sekitar warung-warung. Kondisi serupa juga terjadi di pinggiran pantai. Mulai sampah plastik bungkus makanan, kertas, hingga ranting pepohonan.

Menurut Dardi, kondisi itu mengganggu wisatawan di kawasan Pantai Depok yang ingin menyantap kuliner sea food. Sebab, mayoritas warung kuliner di kawasan Pantai Depok menghadap ke arah laut. “Lalatnya juga banyak,” ucapnya.

Dikatakan, sampah-sampah tersebut sebagian besar dibawa pengunjung saat malam pergantian tahun. Sisanya berasal dari muara sungai.

Agar kejadian serupa tak terulang tahun depan, Dardi menyarankan pemkab berinisiatif menambah pegawai kebersihan di objek pariwisata. Toh, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang dikantongi pemkab tergolong besar. Mencapai Rp 11,2 miliar pada 2016.”Setiap libur panjang kondisinya seperti ini terus,” ungkap dia.

Henry, pemilik warung kuliner lainnya, menambahkan, tumpukkan sampah dipicu masih rendahnya kesadaran wisatawan untuk membuang bungkus sisa makanan ke tempat yang tersedia. Mereka asal membuang sampah sembarangan.

Padahal, pengelola objek pariwisata telah menyediakan tempat sampah di beberapa titik strategis. “Akhirnya, ya, kami sendiri yang membersihkan,” katanya.

Selain di Pantai Depok, tumpukkan sampah juga banyak ditemui di kawasan Pantai Parangtritis. (zam/yog/mar)