SEPERTI melihat makanan favorit di atas meja makan. Rasanya pengen cepet dimakan sampai habis. Ibaratnya, sama dengan basket. Begitu liat bolanya, pasti langsung pengen latihan.

Demikian perumpamaan Alan Dharmasaputra Santoso anggota first team Junio JRBL Jogja Series 2016. Kecintaannya terhadap basket dimulai sejak dia 6 Sekolah Dasar di Semarang.

Melalui Omnya, Ariyawan Siswanto, yang juga menggeluti dunia basket, mereka berlatih bersama. Hingga akhirnya Alan pun tertarik menjadikan basket sebagai hobi.

Alan berharap bisa bermain lebih bagus dan mengalahkan kemampuan pamannya. Bahkan, Alan pun memiliki cita-cita menjadi pemain basket profesional.

“Udah terlanjur cinta sama basket. Dengan terus nambah porsi latihan basket, semoga harapanku jadi atlet basket terwujud,” ungkap cowok kelas 9 SMP Stella Duce 1 Jogja.

Ajang JRBL 2016 merupakan kompetisi pelajar bergengsi terakhir yang dia ikuti di tingkat SMP. Sebab tahun ini dia harus lebih meningkatkan porsi belajarnya. Sebab di awal Mei 2017 , Ujian Nasional harus ditempuhnya.

Pada Junio JRBL Jogja Series 2016, Alan berjuang agar studi berjalan seiring dengan basket. Setiap hari sebelum latihan, dia memberi waktu untuk belajar di bimbingan belajar atau sebelum sekolah.

Belajar harus dinomorsatukan. Dia ingin menghindari persepsi buruk teman-temannya yang hanya memiliki kemampuan lebih di dunia olahraga saja. Studinya pun harus hebat.

Meski target menjadi champion belum tercapai, meraih gelar first team menjadi hadiah tak terduga. “Mungkin Tuhan punya rencana lain. Gelar ini memotivasi aku supaya bisa mempertahankan gelar, terutama di ajang DBL,” kata cowok dua bersaudara ini.

Untuk meraih gelar first team, Alan harus berlatih keras. Bahkan, di waktu libur dia menyempatkan pergi ke pantai untuk latihan fisik dengan lari di pantai.

Awal 2017 ini, Alan memiliki target masuk Kejurnas KU-16. “Meski di JRBL belum bisa juara, semoga bisa menyabet juara di kompetisi lain,” kata cowok kelahiran 6 Januari 2002. (val/iwa/ong)