RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Pelantikan sekretaris daerah (sekda) Pemkab Sleman tinggal menunggu hari. Prosesi pelantikan direncanakan di Pen-dopo Parasamya, Kompleks Setda Pemkab Sleman, Selasa (3/1). Bersamaan dengan pe-lantikan pejabat structural dan ratusan apara-tur sipil negara (ASN) lainnya, berdasarkan organisasi perangkat daerah (OPD) baru.

Plt Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno meng-ungkapkan, calon pejabat sekda telah ter-pilih. Namun, sosok yang juga menjabat ke pala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman itu enggan membeberkan siapa bakal sekda terpilih yang dimaksud. “Untuk nama pastinya, tunggu saja besok waktu pelantikan. Pastinya salah satu dari tiga calon yang lolos tahapan seleksi. Dua pe-jabat dari Sleman dan satu pejabat struk-tural Pemprov DIJ,” katanya.

Adapun, ketiga nama yang lolos adalah Kepala Badan Penanaman Modal dan Pe-layanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sle-man Purwanto Widodo, Kepala Dinas Te-naga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman Untoro Budiharjo, dan Inspektur Inspektorat Daerah Pemprov DIJ Sumadi. Nah, nama terakhir inilah yang disebut-sebut sebagai calon kuat sekda Sleman.

Salah seorang sumber Radar Jogja di ling-kungan Pemkab Sleman mengungkapkan, Sumadi adalah “calon jadi”, berdasarkan pembicaraan dengan sejumlah tokoh pen-ting di Pemprov DIJ. “Yang bersangkutan memang ikut seleksi calon sekda. Kabarnya, beliaulah yang mendapatkan skor terting-gi,” ungkap sumber terpercaya yang enggan dikorankan namanya.

Informasi yang beredar di lingkungan Setda Sleman, Sumadi bukanlah satu-sa-tunya pejabat yang dikaitkan dengan kon-testasi jabatan tertinggi pegawai negeri sipil di Pemkab Sleman. Dua nama lain yang sempat santer disebut bakal calon sekda Sleman adalah Budi Antono dan Su-listiyo. Namun, gubernur DIJ berkata lain. Budi Antono yang juga menjabat kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ lebih dulu didaulat menjadi penjabat bu-pati Kulonprogo. Sedangkan Asekprov Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat DIJ Sulistiyo didapuk sebagai penjabat Wali Kota Jogja. “Karena itulah akhirnya Pak Sumadi yang ditunjuk ke Sleman,” lanjut sumber tersebut.

Pejabat kelahiran 26 Agustus 1963 itu ma-sih punya waktu sekitar lima tahun hingga memasuki masa pensiun. Kendati demikian, bukan berarti Sumadi bakal selamanya men-jadi sekda Sleman hingga purna tugas. “Se-mua tergantung bupati dan gubernur juga,” ucap sumber yang memiliki kedekatan dengan pejabat di lingkungan Pemprov DIJ itu.

Kembali pada proses seleksi sekda, Iswoyo menyatakan, tiga nama yang lolos verifi-kasi tersebut telah diajukan oleh bupati Sleman untuk mendapatkan rekomendasi gubernur DIJ.

Lebih lanjut dikatakan, merujuk amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, semua OPD baru harus terbentuk per Januari 2017, be-rikut pejabat struktural masing-masing.

“Awalnya pelantikan kami jadwalkan 2 Januari. Tapi diundur sehari setelah adanya surat keputusan menteri tentang cuti ber-sama,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Iswoyo juga me-nyiratkan bahwa beberapa pejabat eselon II-IV akan mengalami pergeseran. Lagi-lagi Iswoyo enggan menyebutkan siapa saja pe-jabat yang mengalami pergeseran jabatan.

Dia hanya merinci satuan organisasi tata kerja (SOTK) baru, yang sebagian menga-lami peleburan dan pemisahan.

Misalnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwi-sata pisah menjadi Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Sementara Dinas Pendapa-tan Daerah melebur dengan Dinas Pengelo-laan Keuangan dan Aset Daerah menjadi Badan Keuangan dan Aset Daerah. Kemu-dian, Dinas Pasar menyatu dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (dwi/yog/ong)