RADARJOGJA.CO.ID-Malam tahun baru sudah selesai. Kini, sudah memasuki hari kedua ditahun 2017. Tapi, saat malam pergantian tahun tersebut, masalah yang selalu berulang, sampah kembali terjadi. Selama malam pergantian tahun itu, sampah bahkan mencapai 35 ton.

Beruntung, jumlah sampah yang meningkat tersebut tak memberatkan pasukan kuning, petugas pemungut sampah. Sebab.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja dibantu dengan aksi beberapa komunitas dan masyarakat. “Tahun ini kami terbantu dengan adanya komunitas yang ikut memunguti sampah di kawasan Tugu dan Titik Nol Kilometer,” ujar Kepala BLH Kota Jogja Suyana kemarin (1/1).

Aksi pungut sampah begitu bubaran peringatan pergantian tahun membantu mengurangi tumpukan sampah yang ditinggalkan masyarakat.Tapi, hal tersebut tetap masih kalah dengan masyarakat yang mayoritas merayakan pergantian malam. Masyarakat masih banyak yang belum peduli kebersihan. Terbukti dengan persebaran sampah sisa malam peringatan tahun baru yang ada di beberapa lokasi.

“Yang menyulitkan karena lokasinya tersebar, tapi fokus masih di Tugu, Titik Nol Kilometer dan Alun-alun Utara, kawasan Maka sudah ditangani UPT Malioboro,” jelasnya.

Bekas Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja itu menambahkan, saat pergantian tahun, mayoritas sampah yang ditinggalkan begitu saja adalah bekas bungkus makanan. Selain itu, sampah yang juga khas sisa tahun baru yaitu kertas bekas kembang api. Menurut dia, biasanya banyak ditemukan kertas berserakan sisa kembang api atau mercon. “Untung saja tidak hujan, kalau hujan bisa tambah susah karena kertasnya nempel di jalan,” jelasnya.

Banyaknya aktivitas pada malam pergantian tahun tersebut juga berpengaruh terhadap meningkatnya volume sampah sampai 35 ton. Kemarin terjadi peningkatan hingga lima rit atau perjalanan bolak-balik truk sampah. Satu rit bisa mengangkut sekitar tujuh ton sampah. “Itung-itungan temen-temen tadi ada peningkatan lima rit,” tuturnya.

Dalam sehari rata-rata sampah di Kota Jogja mencapai 250 ton. Tapi, saat liburan seperti saat ini jumlahnya bisa meningkat. Pihaknya juga menghimbau kepada biro Travel yang membawa wisawatan ke Jogja, supaya menyediakan kantong kresek sebagai wadah sisa bungkus makan. “Yang terjadi biasanya nasi bok sisa diletakan begitu saja,” keluhnya.(pra/eri)