RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – PSIM Jogja menatap liga Divisi Utama 2017 dengan harap-harap cemas. Selain belum adanya tanda-tanda pemain akan dikumpulkan, masalah yang tak kalah peliknya juga masih mem-bayangi. Yaitu mengenai sta-dion mana yang akan digunakan Laskar Mataram untuk menjamu lawan-lawannya. Sebab sampai saat ini Stadion Mandala Krida di tengah Kota Jogja belum se-lesai direnovasi.

“Memang yang penting sekarang adalah menentukan kepastian home base kami di 2017. Karena itu kami sudah meminta panpel untuk segera melakukan pende-katan dengan beberapa pihak,” ujar Sekretaris Umum PSIM Jarot Sri Kastawa kemarin (1/1).

Sementara ini, PSIM masih berharap bisa kembali meng-gunakan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai home base Sunni Hizbullah dkk. Per-timbangan jarak dan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam memilih stadion yang juga akan digunakan oleh Per-siba Bantul itu.

Mengenai pem-bagian jadwal jika nantinya harus berbagi dengan Persiba, hal itu akan menjadi tugas ope-rator liga.”Memang kalau dari info terakhir liga dimulai Maret 2017. Tapi harus sudah dipersiapkan sejak saat ini. Terutama menjalin komu-nikasi dengan pihak keamanan setempat,” tambahnya.

Pada ISC-B 2016 lalu, PSIM berbagi stadion dengan Persiba Bantul dalam memakai SSA. Namun saat pertandingan me-lawan PSCS Cilacap di 16 besar, Sabtu (15/8) sempat terjadi in-siden antarsesama suporter PSIM. Hal itu yang membuat pihak keamanan tidak memberikan izin pertandingan bagi PSIM di tempat tersebut.

Imbasnya, karena tidak bisa menggelar pertandingan melawan Perssu Sumenep, PSIM harus terkena sanksi WO. Sementara pertandingan kandang terakhir 16 besar melawan Persiraja Banda Aceh harus dimainkan di Magelang tanpa penonton.

“Selain itu kami tentu akan memberikan pengarahan ke-pada teman-teman suporter agar nantinya tidak lagi ada insiden yang merugikan tim. Artinya kalau benar-benar men-cintai PSIM, ya harus berbuat yang positif untuk PSIM,” tan-dasnya. (riz/laz/ong)