PUNGGING – Gara-gara pantat istri dipegang orang lain, Zainal Arifin, 26, tega membacok tetangganya sendiri, Senaji, 51. Warga asal Dusun Kalitengah, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini tersinggung hingga akhirnya kalut dan menganiaya korban menggunakan sebilah pedang.

Akibat perbuatannya, karyawan PT Pakerin itu harus menjalani proses hukum di Polsek Pungging. Dari tangan suami Nur Hasanah, 23, ini petugas juga mengamankan sebilah pedang sepanjang 80 sentimeter.

“Pelaku dan barang buktinya sudah kami amankan,” ungkap AKP Sutarto, Kasubbaghumas Polres Mojokerto, kemarin (29/12). Peristiwa pembacokan terjadi Rabu pagi (28/12) pukul 07.30.

Seperti diberitakan radar mojokerto (Jawa Pos Grup) Senaji yang hendak berangkat kerja sekitar pukul 07.00 diduga dengan sengaja menggoda istri pelaku saat berada di samping rumahnya. “Tiba-tiba dengan tanpa alasan, korban memegang bahu dan pantat istri pelaku,” terang Sutarto.

Merasa dilecehkan, Nur Hasanah pun megadu ke suaminya. Mendengar cerita itu, Zainal seketika naik pitam. Dengan membawa sebilah pedang dia kemudian mencari Senaji di tempat kerjanya.

Zaenal yang emosi berat langsung menyabetkan pedang ke tubuh korban hingga dua kali. Beruntung, sabetan itu ditangkis korban, sehingga tidak mengakibatkan korban mengalami luka parah. “Senaji hanya mengalami luka sobek di bagian daun telinga dan lehernya sekitar 4 sentimeter,” bebernya.

Aksi nekat pelaku pun meantik rekasi warga. Warga yang tahu lantas melerai dan membawa korban ke rumah sakit. Sedangkan pelaku bersama barang bukti digelandang ke Mapolsek Pungging.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan. Memang katanya, pelaku sakit hati karena istrinya dipegang-pegang,” tambah Sutarto. Sementara, pengakuan korban kepada petugas, sebelumnya dia tidak berniat untuk melecehkan namun sekadar ingin mengajak bercanda.

“Tapi kalau bercandanya seperti itu memang kelewatan. Suami mana yang rela kalau istrinya dipegang pria lain,” sebut Sutarto. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Tindakan korban terhadap istri pelaku sebenarnya juga termasuk perbuatan pidana,” pungkasnya. (ori/ris/ong)