RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Sehari setelah mela-kukan mutasi besar-besaran pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Bupati Bantul Suharsono langsung tancap gas. Pensiunan Polri itu ingin semua pejabat tampil maksimal dalam mengemban tugas sebagai abdi negara.

Karena itu, Suharsono mengeluarkan sinyal peringatan.Setiap pejabat terlantik harus bekerja keras.

“Nek lelet, loyo langsung tak gitik,” tegasnya di sela inspeksi mendadak (sidak) di TPR Pantai Parangtritis, Sa-btu 31 Desember 2016. Lebih dari itu, Suharsono me-ngaku tidak akan segan men co-pot para pejabat jika tidak sang-gup mengemban amanat. Ke-bijakan itu juga berlaku bagi pejabat yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan.

“Saya tidak pandang bulu,” tandas Suharsono.

Sebagaimana diketahui, sedikit-nya 730 aparatur sipil negara (ASN) Bantul dilantik pada Jumat, 30 Desember 2016. Terdiri atas peja-bat pimpinan pratama 30 orang, pejabat administrator 166 orang, dan pejabat pengawas 534 orang.Menindaklanjuti pelantikan tersebut, Suharsono berjanji bakal mengumpulkan seluruh pejabat terlantik dalam waktu dekat ini.

Untuk memaparkan langkah dan target kinerja 2017.

“Tidak boleh ada yang sambat capek dan lelah. Saya sendiri se-hari hanya tidur tiga jam,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Bantul Riyan-tono menambahkan, ada sejum-lah acuan dalam kebijakan mu-tasi besar-besaran kali ini. Salah satunya nilai assessment. Nilai itulah yang berfungsi untuk men-gukur kompetensi para pejabat sesuai dengan posisi jabatan masing-masing. (zam/yog/ong)