RADARJOGJA.CO.ID -BANTUL – Di Bantul, meski sama-sama meraup keuntungan dari kunjungan wisatawan, Pemkab Bantul harus memberikan perhatian khusus pada tempat pemungu-tan retribusi (TPR) Pantai Pa-rangtritis.

TPR tersebut harus dievaluasi menyeluruh. Baik pola (sistem) yang diterapkan selama ini, mau-pun kinerja petugas yang berdi-nas di objek yang lekat dengan mitos Nyi Roro Kidul itu.

Evaluasi dilakukan mengingat petugas TPR selalu kewalahan menghadapi puluhan ribu wi-satawan menjelang malam per-gantian tahun Sabtu, 31 Desem-ber 2016.

Koordinator TPR Pantai Parang-tritis Rohmat Ridwanto menga-kui, petugas penarik retribusi sempat kerepotan dalam men-jalankan tugas. Padahal, kata Ridwan, petugas TPR Pantai De-pok, personel kepolisian, dan TNI sudah dikerahkan membantu TPR Pantai Parangtritis.

“Total ada 50 personel di sini (TPR Pan-tai Parangtritis),” lanjutnya.

Saking banyaknya pengunjung, petugas terpaksa membuka pin-tu masuk selama beberapa jam. Agar tidak terjadi antrean panjang di Jalan Parangtritis menuju ka-wasan pantai.

“Siang mulai pukul 13.30 sampai 16.00 kami gratiskan untuk sepeda motor,” kata Rohmat kemarin (1/1).

Kebijakan penggratisan masuk TPR ini juga dilakukan petugas pada malam harinya. Bahkan, kebijakan gratis masuk saat itu juga berlaku bagi wisatawan peng-guna kendaraan roda empat.

Rohmat mencatat, jumlah pen-gunjung yang masuk ke Pantai Parangtritis selama Sabtu, 31 Desember 2016 hingga pukul 06.00 kemarin (1/1) mencapai 43.400 orang.

Dari mereka, pem-kab meraup Rp 217 juta dari retribusi. Menurut Rohmat, kebijakan gratis masuk TPR Parangtritis tidak hanya terjadi kali ini. Hal itu juga pernah digulirkan pe-tugas TPR setahun lalu, saat menjelang malam pergantian tahun 2015-2016.

Dari pengalaman itulah pemkab memutuskan menambah jumlah personel TPR Pantai Parangtritis. Tetapi, petugas yang ada tetap kuwalahan menghadapi serbuan puluhan ribu wisatawan.Bupati Bantul Suharsono me-nyayangkan kebijakan gratis masuk TPR Parangtritis.

Sebab, hal itu sama saja membuang potensi pendapatan daerah. Kendati demikian, orang nomor satu di Bumi Projotamansari itu enggan menyalahkan petugas. “Nanti kami evaluasi bersama,” tegasnya. (zam/yog/ong)