RADARJOGJA.CO.ID-Sulit menemukan pejabat bersih saat ini. Jika pun memiliki integritas, biasanya malah menjadi korban dari kekuasaan. Tapi, tidak dengan Sekretaris DPRD Kabupaten Bantul Helmi Jamharis.

Bupati Bantul Suharsono dengan kalangan wakil rakyat rebutan sosok yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKA) tersebut. Bupati Bantul berencana untuk merotasi Helmi mengisi Inspektur Bantul. Ini tak lepas dari integritasnya yang pernah menolak tanda tangan pencairan dana hibah Persiba Bantul 2011 silam.

Disisi lain, kehati-hatian Helmi tersebut tentu bisa menjadi alarm bagi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bantul. Saat memutuskan sebuah kebijakan, keberadaan Helmi yang menolak kompromi terhadap hal yang melanggar aturan, bisa menolong dewan.

“Jadi, jumlah fraksi yang mengikuti rapat bersama pimpinan tidak kuorum,” jelas Helmi.

Karena tidak kourum, Suharsono memilih untuk menanti suara bulat dari wakil rakyat. Suharsono kemudian, membuat sebuah persetujuan seperti yang diatur di PP 18/2016. Keputusan itu, memuat posisi Helmi yang akan menggantikan Bambang Purwadi sebagai Inspektur. Juga, tugas Helmi merangkat pelaksana tugas sekretaris DPRD.

“Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan dewan,” ungkapnya.

Suharsono mengakui memang ngebet menempatkan Helmi sebagai inspektur. Sebab, kapasitas pejabat asal Kasihan tersebut sudah teruji. “Orangnya cerdas, dan lurus,” pujinya.

Suharsono tetap bakal mengagendakan penempatan Helmi sebagai inspektur pada triwulan pertama 2017. Bersamaan dengan satu pejabat eselon II yang memasuki pensiun Februari 2017.

Sekretaris Kabupaten Bantul Riyantono menambahkan, gagalnya pelantikan ini di luar skenario. Untuk sementara, posisi inspektur dipegang Plt. “Pak Bambang (Purwadi) yang menjadi Plt,” katanya. (zam/eri)