<BUAT RESOLUSI YANG REALISTIS

Desember selalu penuh puji-pujian. Selain karena bertepatan Natal dan libur semesteran, bulan keduabelas ini menjadi makin gemerlap karena di akhirtanggalnya, tahun berganti.

YA, setiap tahun kita selalu merayakan tahun baru dengan berbagai acara. Ada yang berkumpul keluarga, atau hangout sama gebetan. Apapun perayaannya, tahun baru enggak sekadar soal perayaan, tapi juga harapan untuk memulai sesuatu.

Banyak yang berharap, tapi hanya sebagian kecil yang mampu melaksanakan resolusinya sampai tuntas di tahun selanjutnya. Sahabat Zetizen pasti sering denger kata-kata “Oke, tahun baru nanti aku akan mulai ini.” Atau “Ah sekarang enggak apa-apa, nanti dibenahi di tahun berikutnya.”

Kalo enggak tercapai, namanya wacana. Dalam Bahasa Indonesia kita mengenalnya dengan hiperbola. Berlebihan aja, cuma buat seru-seruan, tapi usaha buat melaksanakan resolusi itu enggak ada. Nah, salah satu temen kita dari SMA Budi Mulia Dua Jogja, Ikhwan Fakhrurriza punya harapan sederhana. Menurut dia, bukan soal apa keinginannya, tapi lebih ke bagaimana kita mewujudkannya.

“Aku pengen lebih rajin tahun baru nanti. Terutama soal belajar disiplin sejak dari bangun pagi. Kalo bisa memaksa diri mengikuti jadwal yang sudah kita buat, menurutku hidup ke depannya bakal lebih lancar, karena kita terbiasa mengajak diri kita sendiri untuk menghargai hal-hal kecil,” jelas Ikhwan.

Dia sedikit menyisipkan harapannya di dunia basket. Maklum, doi adalah salah satu atlet basket Jogja . Soalnya, dia juga punya kepercayaan perubahan-perubahan realistis dapat dilakukan dari sesuatu yang disukai. “Basket harus lebih bagus. Serta bisa selalu berprestasi,” kata Ikhwan.

Rekha Violita, sahabat Zetizen dari SMAN 2 Ngaglik juga sependapat. Dia memotivasi diri untuk menambah pundi-pundi juara cabang renang. Meski tahun 2016 cukup berprestasi, gadis hitam manis berbehel ini ngerasa mempertahankan aja enggak cukup, harus terus maju supaya jadi nomor satu.

“Hobi harus tetep membawa prestasi. Selain itu banyak orang berharap banyak, tapi mereka lupa sama Tuhan. Kalo aku 2017 ini juga berharap bisa lebih rajin beribadah, supaya segala sesuatunya juga dilancarkan,” ungkapnya.

Kalo ini muncul dari temen kita yang akan masuk semester kedua, di Fakultas Ekonomi UAJY. Dara manis bermuka oriental ini disapa Verena Shania. Buat Shania, setiap tahun pasti ada suka dan duka. Paling realistis si doi cuma berharap bisa lebih dewasa. Hmmm, seperti apa sih?

“Jadi pribadi lebih dewasa. Rasanya simple, tapi enggak gampang. Buat jadi dewasa seseorang perlu banyak pengalaman. Setiap tahun pasti akan ada kebahagiaan, juga kesedihan. Menjadi dewasa, akan membuatku makin bijak menghadapi keduanya. Kalo lagi seneng ya secukupnya, kalo sedih ya jangan berlarut-larut,” katanya.

Shania juga kasih sedikit tips. Bahwa melaksanakan resolusi itu butuh komitmen. Kalo punya target ya kejar dulu habis-habisan. Setidaknya gagal karena sudah mencoba. Bukan gagal karena males.

“Punya banyak harapan tanpa keinginan dan niat yang kuat juga percuma. Tahun 2017 akan banyak tantangan. Jadi jangan pernah ragu dalam mengambil keputusan, dan tetep semangat. Supaya setiap tahun cita-cita kita tercapai,” kata Shania. (ata/iwa/ong)