RADARJOGJA.CO.ID – SUASANA kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer dipenuhi oleh lautan orang. Ribuan orang tumplek blek di sana. Mereka antusias melihat atraksi yang dihelat sembari menunggu waktu pergantian tahun.

Sejak pukul 17.00 kawasan Malioboro sudah streril dari kendaraan bermotor. Kendati begitu, becak dan andong masih bisa beroperasi. Selama menunggu malam pergantian tahun, tiga event dihelat untuk menghibur warga.

Kepala Seksi ODTW Dinas Pariwisata DIJ Wardoyo mengungkapkan, ada tiga titik event hiburan. Panggung utara berada di pertigaan Malioboro depan Hotel Inna Garuda dengan adanya gelaran Pelangi Nusantara. “Kolaborasi etnik bintang pantura dan Jogja serta menampilkan tarian angguk dari Kulonprogo,” ujarnya.

Di panggung tengah yang berada di depan Gedung DPRD DIJ menampilkan wayang kulit semalam suntuk berkolaborasi dengan pelawak Jogja dengan lakon Hasthabrata Kawedar dengan dalang Ki Ganda Suharno. Sedangkan panggung selatan berada di depan Kompleks Kepatihan menampilkan musik modern dengan penampilan band-band lokal Jogja.

Sementara itu, untuk wisatawan yang berlibur di DIJ tak khawatir kehabisan kamar hotel. Karena di DIJ sudah tersedia 11.380 kamar dari 119 hotel berbintang. Serta 3.500 kamar di 1.060 hotel nonbintang.

“Selain itu, ada home stay di desa-desa wisata yang fasilitas dan layanannya sudah setara dengan hotel nonbintang,” ucap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD DIJ Istidjab M. Danunagoro.

Dia menjelaskan, saat peak season atau libur panjang akhir tahun ini ketersediaan kamar hotel mencukupi. Meski wisatawan cenderung memilih hotel di kawasan Malioboro, sehingga hotel-hotel di ring satu dipastikan tingkat huniannya sudah 100 persen.

“Jangan khawatir, karena masih ada hotel di ring dua dan tiga, atau bisa juga ke hotel non bintang. Tapi ada juga wisatawan yang ingin suasana beda, bisa coba ke home stay di desa wisata,” tuturnya.

Dia menuturkan, okupansi hotel di peak season seperti ini pasti meningkat, ring satu bisa capai 100 persen sedangkan lainnya rata-rata 80 hingga 90 persen. Bahkan saat ini, selain hotel bintang dan nonbintang, ada 20 desa wisata yang home stay-nya sudah siap melayani seperti halnya hotel-hotel pada umumnya. Home stay tersebut merupakan anak angkat dari 20 hotel yang ada di Jogja.

Di luar kawasan Malioboro, sejumlah titik juga ramai wisatawan. Termasuk di sejumlah hotel yang mengundang artis-artis ibu kota. Salah satunya di Royal Ambarrukmo yang menghadirkan Yura Yunita dan Ari Lasso. Sultan Hamengku Bawono Ka 10 pun terlihat menikmati alunan musik yang dibawakan oleh mantan vokalis Dewa 19 itu.

Sultan yang mengenakan batik warna gelap datang bersama GKR Hemas. Keduanya terlihat asyik menikmati suasana malam itu di The Kasultanan Ballroom.

Diawali dengan penampilan The Fighter’s Band yang melantunkan sejumlah lagu untuk menghibur penonton yang sudah tiba. Di antaranya lagu milik Sam Smith berjudul I’m Not The Only One, Justin Bieber dengan Love Yourself, dan lagu milik Anji berjudul Dia. Sementara di hall way sebagai penampilan pertama Dance Parade unjuk kebolehan untuk menghibur penonton yang masih berada di luar.

Pengunjung malam itu dimanjakan dengan penampilan penyanyi Ari Lasso yang berduet dengan Yura Yunita. Mengawali penampilannya, Yura menyanyikan lagu berjudul Superlunar. Sedangkan pada puncak acara, penonton diajak bersama-sama menikmati pesta kembang api baik secara langsung maupun gambar pada layar yang direkam menggunakan drone di balkon hotel.(dya/mg4/ila/ong)