RADARJOGJA.CO.ID – Nasib ikon PSS Sleman Seto Nurdiyantara kian jelas. Peracik strategi yang berjasa mengantarkan Super Elang Jawa (julukan PSS) menjadi finalis di ISC-B lalu tersebut akan dikorbankan. Ini tak lepas dari target manajemen yang menginginkan Super Elja kembali berkiprah di kasta teratas kompetisi di Indonesia.

Apalagi, kasta tertinggi, pernah menjadi tempat yang nyaman bagi skuad Laskar Sembada, julukan lain PSS, sebelum ada Indonesian Super League (ISL). Bahkan, pada kompetisi 2002/2003 dan 2003/2004 mampu menempati peringkat empat klasemen.

Alhasil, banyak pemain Super Elja yang saat itu masuk ke Timnas. Salah satunya wing back M Ansori yang mengecap seleksi Timnas.

Demi mengembalikan kejayaan PSS Sleman tersebut, manajemen pun sudah memastikan tak akan menggunakan jasa Seto untuk mengisi pelatih kepala. Mantan pemain PSS Sleman itu berpeluang hanya akan mengisi asisten pelatih jika tetap dipertahankan.

Manajer PSS Sleman Arif Juli Wibowo masih menyimpan rapat-rapat pengganti Seto Nurdiyantara di posisi pelatih kepala. “Memang adabeberapa nama yang masuk ke kami. Tapi nanti akan disaring bersamaan dengan konsultasi dengan CEO PT. PSS,” ujarnya .

Hal itu cukup beralasan. Sebab pelatih PSS akan mendapat tuntutan yang tinggi. Yaitu ditargetkan untuk bisa membawa Super Elang Jawa kembali ke tempatnya di ISL. Selain itu, pelatih baru nanti juga diharapkan punya komitmen tinggi dan totalitas dalam mengarsiteki PSS. “Harus bisa menaikkan level permainan dari para pemain terutama pemain-pemain lokal PSS,” imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan, pada pekan ini dijadwalkan mendengarkan paparan dari para calon pelatih baru. Namun perlu ditunda sebab manajemen belum melakukan pertemuan dengan direksi PT PutraSleman Sembada yaitu CEO Sukeno.

Selain itu, sesuai kesepakatan awal dengan calon-calon pelatih tersebut, identitas mereka akan diumumkan jika presentasi di hadapan manajemen sudah dilakukan. Sebelumnyasempat disebut bahwa calon pelatih PSS yang baru salah satunya pernah menangani tim nasional (timnas) di Indonesia. (riz/eri)