RADARJOGJA.CO.ID-Penangkapan Bupati Klaten Sri Hartini terkait transaksi pemberian uang untuk penempatan jabatan di Pemkab Klaten menjadi pelajaran penting pemerintah daerah lain. Seperti di Bupati Purworejo Agus Bastian yang memilih berhati-hati untuk melakukan penempatan pejabat bawahannya.

Bahkan, demi menjaga integritas tersebut, kader Partai Demokrat ini sampai merotasi Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Tri Handoyo menjadi stafahli. Jabatan Sekda pun masih di pelaksana tugas (Plt) dirangkap Kepala Inspektorat Purworejo R Achmad Kurniawan Kadir.

Dalam sambutannya Bupati Agus Bastian mengatakan, jika pengukuhan dan pelantikan pejabat struktural merupakan amanah Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Ini dalam rangka pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016 dan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo nomor 14 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo.

“Pengukuhan dan pelantikan pejabat struktural kali ini merupakan langkah strategis dari Pemerintah Daerah, guna mengoptimalkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam rangka mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif, efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jika dalam memilih pejabat yang benar dan sesuai kriteria yang dibutuhkan melalui assesment dan fit and proper test. Ini agar setiap jenjang jabatan, dapat menghasilkan pejabat yang sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya.

“Kami berharap dalam penempatan pejabat tidak ada transaksi apapun dan kami peringatkan kepada berbagai pihak untuk tidak sekali sekali mencoba memberikan penawaran dan harapan kepada para PNS dilingkungan pemerintah Kabupaten Purworejo, dengan janji-janji dapat mendudukan jabatan tertentu pada seseorang,” imbuh Bupati.

PNS juga diminta tidak mudah percaya jika ada pihak atau seseorang yang menawari bisa memberikan kedudukan sesuai yang diharapkan. Terhadap yang sudah duduk saat ini pun, Bupati dengan tegas mengatakan jika kemungkinan adanya rotasi atau penyegaran bisa saja terjadi.

“Setidaknya kami akan melakukan penilaian enam bulan sekali, jika memang tidak mampu akan dilakukan penggantian,” ungkapnya.

Plt Kabag Humas Setda Purworejo Agung Wibowo menyampaikan dalam upacara tersebut diikuti 776 orang dimana terbagi 10 orang merupakan eselon IIa, 23 eselon IIb, 47 orang eselon IIIa dan IIIb ada 71 orang. Paling banyak merupakan evelon IVa sebanyak 388, dan eselon IVb ada 210 orang serta Va sebanyak 37 orang

Tri Handoyo yang menjabat sebagai Sekda lebih kurang 6 tahun selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan politik yang sebelumnya dijabat Akhmad Kasinu. Di posisi staf ahli, Tri Handoyo ditemani Dri Sumarno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan. (udi/eri)