RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Wacana kenaikan tarif retribusi Pantai Parangtritis memperoleh atensi Komisi B DPRD Bantul. Komisi yang membidangi sektor pariwisata ini meminta kenaikan tarif retribusi harus dibarengi dengan penambahan fasilitas.

Anggota Komisi B DPRD Bantul Suradal melihat fasilitas di Pantai Parangtritis masih minim. Fasilitas penunjang maupun sarana publik masih didominasi milik warga. Imbasnya, wisatawan harus merogoh koceknya kembali untuk menikmati berbagai fasilitas di dalam objek ini.

“Sarana MCK (mandi cuci kakus) berbayar. Tempat duduk santai di pinggir pantai juga berbayar,” kata Suradal kemarin.

Idealnya, berbagai fasilitas ini gratis. Toh, keberadaan fasilitas ini juga bertujuan memanjakan wisatawan. Apalagi, sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata tidak sedikit. Pada 2016, target PAD sebesar Rp 11,2 miliar terlampaui.

“Paling tidak PAD ini juga harus kembali ke pariwisata lagi,” kata Suradal.

Kepala Disbudpar Bantul Bambang Legowo mengakui adanya rencana kenaikan tarif retribusi Pantai Parangtritis. Kenaikannya di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu per orang.

Terkait penambahan fasilitas, BL, sapaan Bambang Legowo, berjanji mengakomodasi usulan Komisi B ini. Bahkan BL berjanji bakal menata parkir di objek pariwisata. (zam/iwa/mar)