Sesuai Perda, Harusnya Motor Rp 2 Ribu, Mobil Rp 3 Ribu

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Baru diresmikan oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X, embung Langensari sudah menimbulkan persoalan. Kali ini terkait masalah parkir yang klasik ditemui di Kota Jogja, yaitu pemberian karcis parkir yang tak sesuai dan diganti dengan tarif di atas ketentuan.

Padahal karcis yang digunakan merupakan karcis parkir resmi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Jogja. Menurut Hari Susanto, warga Berbah, Sleman yang ingin melihat acara mancing bersama Gubernur DIJ, saat hendak parkir motor di utara embung langsung dicegat dan diberi karcis oleh warga sekitar. Setelah dilihat secara saksama ternyata karcis yang diberikan, tarifnya sudah diganti dengan spidol, dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000.

“Langsung saya protes, tapi katanya tarifnya sudah sesuai ketentuan,” ujr Hari menirukan jawaban tukang parkir.

Padahal sesuai dengan Perda nomor 5/2012 tentang Retribusi Jasa Umum, sudah ditetapkan retribusi satuan ruang parkir tidak tetap untuk kendaraan roda empat dan roda tiga hanya Rp 3.000. Sementara untuk kendaraan roda dua ditarik tarif sebesar Rp 2.000.

Penjabat Wali Kota Jogja Sulistiyo, yang dilapori kejadian itu tampak kesal. Karcis parkir tersebut langsung diperlihatkan pada Camat Gondokusuman dan Lurah Klitren yang duduk di sebelahnya. “Seperti ini gimana pak? Tolong dicek,” perintahnya.