RADARJOGJA.CO.ID-Polisi mulai buka suara soal pemeriksaan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Magelang Antha dan salah satu koordinator Gerakan Pribumi Berdaulat Magelang Raya (GPBMR) Anang Imamuddin. Menurut Kapolres Magelang AKBP Hindarsono langkah tersebut dilakukan sebagi antisipatif, karena isi spanduk cukup provokatif. Masyarakat bisa resah.

“Kami turunkan spanduk atau banner itu karena mengandung unsur provokatif yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” kata kapolres.

Ketua FPI Dipanggil Polisi

Menurut pria yang pernah menjabat Wakapolres Magelang pada tahun 2010 tersebut, selama ini wilayah yang dia jaga sudah kondusif. Sudah menjadi kewajiban kepolisian untuk memelihara keamanan, ketertiban masyarakat tanpa membedakan agama, suku, dan golongan masyarakat tertentu. Polisi wajib memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Muncul Spanduk Ajakan Belanja di Toko Pribumi Dicopoti Polisi

“Jadi kalau ada tindakan provokatif kami wajib melakukan penertiban,” tuturnya.

Spanduk yang dipasang GPBMR berisi ajakan untuk belanja di warga pribumi. Spanduk itu bertuliskan “Pribumi Berdaulat Putera Daerah Berkarya” dan “Gerakan Belanja di Toko Pribumi. Kemudian ada yang bertuliskan “Lawan Penjajahan Asing dan Aseng”. Beberapa spanduk ini dipasang di beberapa titik pada Rabu (14/12). Namun sejumlah aparat bersenjata laras panjang mencopotnya pada Jumat (16/12) lalu.