RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kemauan bersama seluruh warga kampung Mrican Giwangan Jogja untuk bebas prostitusi akhirnya terwujud. Melalui deklarasi tersebut warga menyatakan wilayahnya tidak terdapat kegiatan prostitusi. Meskipun begitu mereka masih berharap ada pendampingan.

“Bagaimanapun juga masih butuh pendampingan dari pemerintah dan instansi terkait pasca deklarasi ini,” ujar Ketua Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Mrican Temu Jaya kemarin (20/12).

Menurut dia, upaya pendekatan persuasif yang dilakukan warga pada para pelaku prostitusi masih perlu dukungan. Terutama terhadap warga yang menyewakan atau menyediakan kamar untuk praktik prostitusi.

Menurut dia, dengan salah satu usulan yang disampaikan warga dengan pendirian posko di beberapa titik yang sebelumnya kerap menjadi titik kumpul pekerja seks komersial. Bahkan, lahan di pinggir Jalan Lingkar Selatan yang tak jauh dari Kampung Mrican juga perlu ada penanganan. Hal ini lantaran lokasi tersebut terindikasi sebagai tempat peredaran miras.

“Seluruh penyakit masyarakat, prostitusi termasuk miras akan kita perangi,” tegasnya.

Temu mengungkapkan, deklarasi bebas prostitusi itu dilakukan akhir pekan lalu. Selain pernyataan sikap, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian akbar yang diikuti ratusan warga Kampung Mrican.

Menurut dia, sebelumnya pelaku prostitusi sudah tidak memiliki rasa takut serta malu dalam menjajakan diri di kampungnya. Aparat kampung juga kerap melaporkan ke instansi berwenang guna melakukan penertiban.

Oleh karena itu, setelah adanya deklarasi bebas prostitusi, seharusnya, tambah dia, diikuti dengan upaya tindak lanjut dari aparatur pemerintah.

“Kami sangat berharap kepada Wali kota terpilih kelak supaya ada program yang mendukung harapan warga,” tegasnya.

Menerima harapan warga itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jogja Sulistiyo menjanjikan akan meneruskan harapan warga tersebut ke Wali Kota Jogja terpilih nantinya. Sulistyo mengatakan mendukung upaya warga Mrican yang akan menjadikan kampung di sisi timur Terminal Giwangan Jogja tersebut sebagai kampung takwa.

“Saya akan merekomendasikan pada Wali Kota terpilih nantinya supaya ditindaklanjuti,” jelasnya.

Menurut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setprov DIJ itu, dalam penanganan masalah sosial, pemerintah akan selalu bekerjasama dengan warga setempat. Keberhasilan di Mrican, lanjut dia, bisa jadi akan diduplikasi di kampung lain. “Ya yang penting ada kemauan dan kebersamaan warga,” jelasnya. (pra/ong)

[ad id=”38908″]