RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tidak seperti pertandingan PSS Sleman biasanya, pada pertandingan uji coba PSS Sleman melawan Bhayangkara U-21, sedikit sekali penonton yang datang. Tribun utara dan selatan yang menjadi basis suporter PSS, Slemania dan Brigata Curva Sud hampir kosong melompong. Hal tersebut tentu saja jauh di luar ekspektasi panitia pelaksana pertandingan.

Ketua pelaksana pertandingan PSS Ediyanto mengatakan, penonton yang hadir menyaksikan pertandingan hanya sekitar 4 ribuan. Sementara sebelumnya panpel menyebut mencetak tiket sekitar 30 ribu lembar. “Memang di luar perkiraan kami kalau penonton yang menonton sedikit sekali,” katanya kepada Radar Jogja, Senin (28/11).

Ediyanto mengatakan, dari laporan bendahara, pemasukan tiket hanya sekitar Rp 50 juta. Masih jauh dari harapan manajemen. Sebab biasanya Stadion Maguwoharjo penuh dengan penonton. “Kemungkinan lawannya kurang punya nama, hanya Bhayangkara U-21. Dan sebagian ada yang memboikot masuk stadion,” imbuhnya.

Para suporter melakukan aksi boikot diduga sebagai bentuk solidaritas nasib Persebaya Surabaya yang statusnya masih dibekukan. Terlebih, pada kongres PSSI lalu, undangan Persebaya diambil oleh Bhayangkara FC.

Melesetnya pendapatan dari tiket penonton membuat pemasukan untuk PSS minim. Padahal sebelumnya Direktur Operasional PT PSS mengatakan, dengan lamanya jadwal 8 besar tidak ditentukan beberapa waktu lalu, membuat manajemen mengalami pembengkakan anggaran. Nilainya mencapai Rp 350 juta. “Kebanyakan untuk biaya gaji, konsumsi dan operasional,” ujarnya beberapa waktu lalu. (riz/din/ong)