Longsor yang terjadi di Dusun Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul mengancam rumah warga. (Foto: Zaki Mubarok/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jogjakarta satu pekan pekan ini mulai memakan korban. Hujan deras yang terjadi pada Senin (28/11) memicu longsor di tiga kecamatan. Yakni, Pundong, Piyungan, dan Dlingo. Satu kepala keluarga (KK) di Dusun Sukorame, Mangunan, Dlingo terpaksa harus mengungsi setelah tebing setinggi enam meter longsor di atas rumah mereka ambrol.

“Khawatir kalau ada longsor susulan,” ucap Sukiman, 54, mengungkapkan alasan bersama anak dan istrinya pilih mengungsi ke rumah salah satu saudaranya.

Tebing longsor sekitar pukul 19.00. Usai hujan deras yang mengguyur wilayah Mangunan sejak pukul 16.00 ini reda. Saking derasnya hujan, longsor terjadi hingga dua kali. Aris Purwanto, warga Dusun Sukorame mengatakan, sedikitnya ada tiga titik longsor di wilayah Mangunan. Selain mengancam rumah warga, satu titik longsor di Sukorame menutupi bahu jalan. Itu setelah talud sepanjang sepuluh meter di lokasi tersebut ambrol. “Rumpun bambu ikut terbawa longsor,” ungkapnya.

Tiga titik longsor juga terpantau di wilayah Piyungan. Persisnya di Dusun Kaligatuk, Tambalan, dan Kaligawe. Sisa titik longsor lainnya berada di wilayah Pundong. Kendati begitu, dampak kerusakan satu titik longsor cukup parah. Persisnya di Dusun Ngreco, Pundong. Bagian belakang sebuah rumah dihantam material longsor.

Plh Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor segera mengungsi. Demi antisipasi dampak longsor susulan. Meskipun, menurut Dwi, seluruh titik longsor telah terkondisi. “Hujan deras juga sempat merendam permukiman di Pundong,” katanya.

Relawan Forum Penanggulangan Bencana Daerah dan personel BPBD bersama warga telah melakukan evakuasi. Material sisa longsoran yang menutup salah satu bahu jalan juga telah dibersihkan. (zam/mar)